Usai Dibangun, Jembatan Depan Eks Kantor PUD P.Sidimpuan Amblas

INI MAH JELEEEEEK...

P.Sidimpuan, (Analisa)

Baru sekitar sebulan selesai dikerjakan sebuah jembatan yang menghubungkan bekas kantor Dinas PU ke kantor Bappeda Pemko Padangsidimpuan di komplek perkantoran Pal Empat Pijorkoling, eks HGU PTPN III, amblas sekitar 6 meter.

Informasi dihimpun Analisa Rabu (6/1), anggaran pembangunan jembatan itu bernilai Rp 500 juta lebih. Namun sebelum dipergunakan sudah amblas dan sama sekali tidak bisa dilalui. Diduga karena mutu pekerjaan dan material serta pengawasan yang kurang.

Jembatan itu dibangun di atas bekas cekdam milik PTPN III sebagai pemilik HGU lokasi tersebut sebelumnya. Di bagian dasar dibuatkan riol/polongan beton yang kemudian ditimbun pakai tanah.

Amblasnya lantai jembatan karena riol yang dipasang di bagian bawah tidak mampu menahan beban di atasnya. Diduga riol/polongan beton itu, mutu dan pemasangannya tidak tepat. Namun tetap dipasang karena pegawasan dari Dinas PU juga lemah.

Proyek yang anggarannya ditampung pada APBD Pemko P.Sidimpuan tahun anggaran 2009 itu, menurut staf Dinas PU, dikerjakan CV Naga Saribu. Pihak kontraktor telah menerima pencairan anggarannya hingga 95 persen.

“Anggarannya lebih Rp 0,5 miliar dan sudah dicairkan 95 persen. Sedang sisa 5 persen lagi untuk jaminan pemeliharaan, dan jikapun sisa dana itu digunakan untuk memperbaikinya, mungkin tidak akan cukup,” kata sumber.

Kadis PU Pemko P. Sidimpuan, Ir H Hamid Syarifuddin Lubis CES, dan Kabid Jalan Jembatan Kali Maulana tidak bisa dikonfirmasi karena sudah tiga hari tidak masuk kerja dan telpon gengamnya tidak aktif. “Sudah tiga hari ini keduanya tidak masuk kerja ,” kata salah seorang staf di PUD.

Baca Juga :  Sidang lanjutan dugaan Pemalsuan Surat atas Kayu eks. IPK. PT.PLS

Prihatin

Wakil Ketua Komisi II membidangi Pembangunan DPRD Kota P.Sidimpuan, Khoiruddin Nasution kepada Analisa mengaku prihatin atas amblasnya bangunan yang belum sempat dipergunakan itu. Apalagi sumber dananya berasal dari APBD 2009 yang notabene juga uang rakyat Kota P.Sidimpuan.

“Uang rakyat digunakan untuk membangun jembatan tersebut. Tapi telah rusak sebelum digunakan, ada apa dengan kontraktor dan Dinas PU, jika disebut akibat bencana alam tak mungkin. Karena jembatan itu dibangun di atas bekas cekdam PTPN III dan bukan di atas sungai yang tiap saat dialiri air,” kata Khoruddin yang juga Ketua Fraksi Demokrat.

Kepada Kadis PU dan Kabid Jalan Jembatan serta ‘petinggi’ Koir meminta untuk benar-benar melakukan pengawasan terhadap seluruh pekerjaan proyek yang diselenggarakan tiap tahunnya dengan meneliti dan mempertimbangkan dengan benar akan kelayakan dan kwalitas pekerjaan tiap kontraktor.

Sekretaris Komisi II, Sofyan Harahap, membenarkan bahwa jembatan penghubung yang dibangun di komplek perkantoran Pemko P.Sidimpuan itu telah amblas pada bagian tengah. Itu diketahuinya saat memonitoring seluruh proyek pembangunan Pemko baru-baru ini.

“Kita sudah meminta penjelasan Kabid Jalan dan Jembatan Dinas PU dan pihak kontraktor telah diperintahkan untuk segera memperbaiki. Namun jika sampai sekarang belum diperbaiki, kita akan kembali memanggil yang bersangkutan untuk dimintai penjelasan atas kelalaiannya itu,” tegasnya. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Tower Telkomsel Rusak, Pelanggan Tak Bisa SMS dan Telepon

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*