USU Tolak Mahasiswa PMP dari Tabagsel

Selasa, 24 November 2009 – www.metrotabagsel.com

Kecuali Tapanuli Selatan
MEDAN-METRO; Universitas Sumatera Utara mengambil sikap tegas untuk tidak menerima mahasiswa jalur penelusuran minat dan prestasi atau PMP dari daerah-daerah yang enggan bekerja sama dalam seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil.

Dengan keputusan USU tersebut, mahasiswa dari jalur PMP wilayah Tapanuli bagian selatan (Tabagsel) seperti Padangsidimpuan, Mandailing Natal (Madina), Padang Lawas (Palas), dan Padang Lawas Utara (Paluta), tidak akan diterima di USU. Sebab, dalam penerimaan CPNS tahun 2009 keempat kabupaten itu tidak bekerja sama dengan USU.

Pemko Padangsidimpuan sendiri bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (USM) dalam pengerjaan soal dan pemeriksaan lembar kertas jawaban (LKJ). Sementara Pemkab Madina dan Pemkab Paluta bekerja sama dengan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, dan Pemkab Palas bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret. Hanya Pemkab Tapsel yang menjalin kerja sama dengan USU.

Menurut Rektor USU Prof Chairuddin P Lubis, instusinya tersinggung dengan sikap daerah-daerah yang tidak mau bekerja sama dalam proses seleksi CPNS. Chairuddin mengakui, salah satu alasan pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Utara enggan bekerja sama dalam seleksi CPNS adalah USU dianggap tak berkualitas dan bermasalah.

Faktanya, menurut Chairuddin, USU justru bersikap transparan dan tak menolerir terjadinya kecurangan dalam seleksi CPNS. Akibat transparansi USU ini, peluang pejabat daerah mencurangi seleksi CPNS jadi nihil.

Baca Juga :  FD Nilai Pemko Sidimpuan Tidak Mampu Kelola Sumber PAD dengan Baik

“Begitu lembar jawaban tes CPNS masuk ke sistem komputer kami, masyarakat bisa langsung melihat hasil rangkingnya. Ini yang tak mungkin dimanipulasi . Jadi, terlihat si A atau si B yang lolos tes seleksi CPNS. Mungkin karena inilah, daerah-daerah jadi enggak suka,” ujar Chairuddin di Medan, Senin (23/11).

Namun, lanjut Chairuddin, yang membuat USU tersinggung adalah daerah-daerah yang enggan bekerja sama dalam proses seleksi CPNS itu beralasan, bahwa USU tidak kredibel dan berkualitas. Bahkan, tambah dia, ada salah satu daerah yang tak pernah bekerja sama dengan USU dalam proses seleksi CPNS, tetapi menyatakan proses seleksi CPNS banyak terdapat kesalahan.

“Bagaimana bisa USU dibilang banyak kesalahan dalam proses seleksi CPNS, sementara daerah tersebut sama sekali belum pernah bekerja sama dengan kami,” ujarnya.

Menurut Chairuddin, sikap pemerintah daerah yang cenderung melecehkan kredibilitas USU tersebut membuat pihaknya bersikap tegas. “Kami menolak menerima mahasiswa jalur PMP (penelusuran minat dan prestasi) dari daerah yang menganggap kami tak berkualitas,” kata dia.

“Buat apa putra-putra daerah tersebut kuliah di USU kalau pejabat daerahnya menganggap kami tak berkualitas,” tambahnya. (kc/int)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Musim Depan, MU Punya Satu Pemain Baru

5 Komentar

  1. yang jelasnya, menurut saya sebagai mahasiswa peristiwa tersebut tidak masalah,, sebab yang di masalahkan adalah adanya kecurangan dalam dalam seleksi cpns tsb. d

  2. Salut.. untuk pak Ongku P Hasibuan. Bupati Tapanuli Selatan.Sudah banyak orang pintar yang tertolng dengan kebersihan penerimaan cpns di tapsel.Yang lain jadi termitivasi… dech… yaa… orang yang bnyk duit otak di dengkul jelas gak suka dengan kebijakan ini…iya toh. Waktu sekolah kerjanya ngayal…cari kerja andalkan D3= Duit, Dekking, Atw jalan paling pasrah… topot datu… modal 1 bungkus rokok berharap dapat kursi cpns???mimpi kalie…

  3. pertanyaannya…

    siapa yang mau memanipulsi??? pemerintah daerah atau USU???

    mudah2an dalam waktu dekat akan terjawab…

    Amiiiin,

    saya sangat tidak setuju dengan adanya penyuapan (jikalau memang ada) untuk lulus jadi PNS

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*