Usut Dugaan Korupsi Rp 8,5 M di Padangsidempuan

Padangsidempuan, Sumut — Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Koalisi Mahasiswa dan Pemuda Peduli Padangsidempuan (KMP-3) menggelar aksi damai di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (4/2), guna menuntut agar Kejari tidak terpengaruh dari pihak manapun dalam menangani kasus korupsi Rp 8,5 M di Pemko Padangsidempuan. Massa tiba di depan kantor Kejari sekitar pukul 11.15 WIB dengan longmarch dari depan kantor camat Padangsidempuan Utara sembari membawa poster-poster dan spanduk yang bertuliskan dukungan penuh terhadap Kejari dalam penanganan korupsi didaerah ini.

“Kita mendukung Kejari dalam menangani kasus korupsi di Padangsidempuan hingga terungkap siapa saja pejabat tinggi Pemko Padangsidempuan yang terlibat dalam penggunaan anggaran yang diduga menyimpang,” sorak-sorai pendemo. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan Presma BEM UMTS M Syukur Nasution menyebutkan, dukungan mereka terhadap Kejari untuk mengusut tuntas berbagai dugaan praktek KKN dan menyeret para pelakunya hingga ke meja hijau tanpa pandang bulu. Meminta Kejari untuk lebih serius dalam menangani kasus korupsi, sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku secara konsisten, transparan, professional dan proporsional tanpa ada diskriminasi.

“Demi menjaga integritas, kewibaan dan marwah lembaga penegak hukum, kami meminta seluruh pihak untuk tidak terlibat dalam pengintervensian proses hukum yang sedang berjalan. “Mari percayakan sepenuhnya penanganan kasus korupsi ini Kepada Kejari Padangsidempuan sehingga prosesnya bisa cepat terselesaikan,” sebutnya. Dalam pernyataan sikapnya mereka juga mengingatkan agar Kajari tidak terseret pada suatu permainan elit-elit politik tertentu yang ujungnya bernegosiasi bisnis belaka.

Baca Juga :  HUT Tapsel - SMAN 1 Batang Angkola Tampilkan Karya Siswa

Menanggapi pernyataan sikap mahasiswa tersebut, Kasi Intel Kejari Padangsidempuan Nazar Makmur SH MM bersama Kasipidsus Ikhwan SH dan Ismed SH mengucapkan terimakasih atas dukungan tersebut dan berjanji akan tetap konsisten dan tidak terpengaruh oleh pihak manapun dalam penanganan kasus korupsi ini. “Kita mengucapkan terimakasih atas dukungan adek-adek mahasiswa dan akan terus berpegang dan konsisten pada prosedur hukum dalam penanganan kasus-kasus korupsi di daerah ini,” ujar Najar Makmur.

Aksi demo diwarnai pemberian tujuh ikat bunga oleh ketua-ketua tujuh elemen mahasiswa kepada Kajari yang diwakili Kasintel. Ketujuh bunga ini melambangkan kepercayaan penuh kami terhadap Kejari Padangsidempuan dalam penanganan kasus-kasus korupsi didaerah ini, ujar massa. Usai membacakan pernyataan sikap yang diwarnai dengan pemberian tujuh ikat bunga, ratusan mahasiswa ini akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Sepanjang aksi puluhan personil kepolisian siaga penuh untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. (STR)

Sumber : http://harianmandiri.wordpress.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*