Usut Indikasi Korupsi Dalam Pengelolaan PD Pasar Medan

Belasan massa tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Kota Medan berunjukrasa di Kantor DPRD Kota Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Senin (20/06/2011) pagi. Massa mendesak indikasi korupsi dan gratifikasi dalam pengelolaan PD Pasar Kota Medan diusut.

Mahasiswa dalam pernyataan sikapnya menyatakan, adanya indikasi korupsi dan gratifikasi dalam pengelolaan PD Pasar Kota Medan yang dipimpin Plt Direktur Utama Ir Syaiful Bahri Lubis yang juga Sekretaris Daerah Kota Medan, merupakan ajang memanfaatkan kondisi dan bentuk pengkhianatan terhadap masyarakat Kota Medan.

Ditetapkannya Surat Perintah Tugas/Izin Pengelolaan yang seharusnya dapat maksimal menjadi potensi untuk keuangan perusahaan melalui mekanisme yang tidak fair mengindikasikan terjadinya gratifikasi untuk memperkaya sekelompok orang atau diri pejabat sendiri.

Ditetapkannya tarif kontribusi (parkir, kamar mandi, jaga malam, sewa kios) yang sangat jauh dari potensi sebenarnya merupakan kerjasama tindakan korupsi yang merugikan keuangan perusahaan.

Maka sebagai generasi anti korupsi Kota Medan, dengan ini menyatakan sikap, meminta Kejati Sumut memeriksa keuangan PD Pasar pimpinan Ir Syaiful Bahri Lubis. Meminta Kejati Sumut memeriksa, membentuk tim audit independen untuk menghitung potensi pemasukan keuangan yang sebenarnya, dan menghitung potensi yang diindikasi sengaja dihilangkan Plt Dirut Ir Syaiful Bahri Lubis.

Meminta Kejati Sumut memeriksa proses penetapan Surat Perintah Tugas/Surat Izin Pengelolaan Potensi-potensi pemasukan keuangan PD Pasar yang terindikasi direkayas sebagai kerjasama pembiaran hilangnya potensi keuangan perusahaan daerah dan dinimmati gerombolan direksi dan pengurus teras PD Pasar. Periksa dan penjarakan koruptor di PD Pasar Kota Medan, serta bersihkan PD Pasar dari jajaran Direksi, Kepala bagian dan Kepala Cabang bermental koruptor.

Baca Juga :  Lembaga Sensor Film Daerah akan Dibentuk di Sumut

Aksi unjukrasa berlangsung hanya sekira 20 menit. Setelah menyampaikan aspirasinya, pengunjukrasa akhirnya membubarkan diri. Wakil Ketua DPRD Kota Medan Ikrimah Hamidy yang awalnya diinformasikan aparat kepolisian menerima pengunjukrasa, urung menerima pengunjukrasa. (BS-002)

beritasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*