Usut Tuntas Dugaan Kasus Mobil Bodong

Padangsidimpuan, Ketua Peradi Tabagsel H. Ridwan Rangkuti SH MH mendesak pihak ber­wajib untuk segera mengusut tuntas du­gaan kasus 29 mobil bodong di Kota P. Sidimpuan hingga ke akar-akarnya.

“Dugaan kasus 29 mobil bodong dengan modus pe­malsuan dokumen le­lang yang terbongkar di Sidimpuan ha­rus diusut tuntas karena disinyalir me­libatkan orang penting di Kantor Pela­yanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), UPTD (Unit Pelaksana Tek­nis Daerah) Samsat P.Sidimpuan serta pihak lain, “ujarnya kepada Analisa di Kota P. Sidimpuan, Kamis (8/10).

Dikatakan, pemalsuan doku­men le­lang yang dilakukan oknum pejabat di KPKNL telah dijadikan dasar untuk penerbitan BPKB di UPTD Samsat P.Si­dimpuan.

”Pemalsuan risalah lelang yang diduga menghasilkan 29 mobil bodong tergolong keja­hatan terorganisir dan ter­in­dikasi kuat merupakan hasil peng­gelapan dari berbagai daerah,” te­gasnya.

Ridwan merasa, aneh jika Kepala KPKNL tidak me­ngetahui ada puluhan risalah lelang yang dipalsukan untuk penerbitan BPKB 29 unit mobil berbagai jenis.

”Kita memahami bagaimana proses pengurusan surat-surat di samsat bah­kan sejumlah korban sudah me­ngaku menge­luarkan sejumlah uang untuk itu,” ungkapnya.

Atas dasar itu, Ridwan Rangkuti me­min­ta, sekaligus mendesak Polres P.Sidimpuan untuk segera menangkap dua tersangka yang sudah ditetapkan sebagai DPO.

”Jika kedua tersangka sudah dapat, saya yakin oknum di KPKNL dan Sam­sat P.Sidim­puan akan terseret dalam kaksus ini.Untuk itu saya minta kasus ini diusut secara tuntas,” im­buhnya.

Baca Juga :  Warga Tolak Sapi Kurban Yang Idap Cacing Hati

Kepala UPTD Samsat P. Sidimpuan, Drs.Nazaruddin Harahap ketika di kon­firmasi diruang kerjanya mengata­kan, proses lahirnya 29 BPKB mobil yang dipalsukan risalah lelang­nya sudah sesuai prosedur.

”Saya tidak tahu itu karena surat-surat sudah lengkap dan langsung yang bersangkutan mengurusnya,”katanya.

Kapolres P.Sidimpuan AK­BP Mu­ham­mad Helmi Lubis mengatakan, ke-29 mobil ter­sebut diamankan karena pe­malsuan surat risalah lelang.

“Surat tersebut dimasukkan para ter­sangka sebagai syarat kelengkapan untuk menda­patkan BPKB, “terangnya.

Diburu

Informasi dihimpun Analisa di Mapolres P. Sidimpuan, sejumlah tersangka dan mobil dalam kasus ini sudah teriden­tifikasi dan sedang diburu polisi. Adapun sejumlah mobil yang sudah berhasil diamankan itu, (Innova BB 1643 FP),Avanza BB 1607 FP).

Selanjutnya, BB 1612 FT, BB 1603 FP, BB 1642 FP, BB 1682 FT, BB 1652 FP, BB 1691 FP, BB 1583 FP, BB 1584 FP, BB 1660 FP.

Untuk diketahui, terbong­karnya mo­dus peredaran mobil diduga hasil peng­gelapan itu berawal dari informasi dari Polsek Jati Negara tentang adanya pere­daran mobil hasil penggelapan di P.Sidimpuan.

Modusnya Pejabat lelang di KPKNL P.Sidimpuan memal­sukan risalah lelang untuk penerbitan BPKB puluhan mobil yang didatangkan dari luar dae­rah.

Secara umum mobil berbagai jenis (Innova, Avanza, Rush, Xenia) yang di­sita aparata kepolisian ini terlihat tidak bermasalah karena memiliki ST­NK dan BPKB yang dike­luarkan Kantor UPT (Unit Pelaksana Tekhnis) Samsat P.Sidimpuan sehingga pada penyitaan pertama polisi meng­hadapi kendala, namun setelah dibuktikan pemilik tidak ber­kutik. (hih)

Baca Juga :  Pramuka se-Paluta Ikuti Perimtaq

(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*