Utha Berjuang 79 Hari Lawan Stroke

Utha Likumahua di Kediamannya (VIVAnews/Muhamad Solihin)

VIVAnews – Utha Likumahua menikmati liburan bersama keluarga di Pekanbaru pada Minggu 26 Juni 2011. Menjelang tengah malam, ia mendadak diam di tengah obrolan renyah bersama keluarga. Tubuh dan bibirnya kaku. Kesadarannya hilang. Ia pun tak lagi sanggup memegang kacamatanya, yang akhirnya terjatuh.

Utha yang dilarikan ke Rumah Sakit Santa Maria, Pekanbaru, ternyata mengalami serangan stroke. Kondisi pria yang memiliki riwayat diabetes ini sempat membaik setelah menjalani perawatan selama beberapa hari di sana.

Namun, rencana kepulangannya ke Jakarta terpaksa tertunda menyusul serangan stroke yang kembali mendera.

Serangan stroke kedua membuat kondisinya kembali memburuk. Terjadi penyempitan pembuluh darah di bagian otak kiri. Kondisi ini membuat otaknya di bagian kiri membengkak dan tubuhnya di bagian kanan lumpuh. Lantaran otak bagian kiri terus membengkak, ia harus menjalani operasi pengangkatan tempurung kepala sebelah kiri.

Pria kelahiran 1 Agustus 1955 itu menjalani operasi pengangkatan tempurung kepala di rumah sakit yang sama, pada 4 Juli 2011. Pengangkatan tempurung itu guna memberi ruang bagi otak kiri yang terus menekan dan berpotensi memecah pembuluh darah.

Operasi berjalan dengan baik. Setelah kesadarannya pulih dan kondisinya mulai stabil, ia dibawa ke Jakarta untuk melanjutkan perawatan di Rumah Sakit Fatmawati.

Meski lemak di tubuhnya terus tergerus, perawatan dan terapi rutin yang dijalaninya di Jakarta membuat kondisi kesehatannya berangsur membaik. Ia mulai bisa berkomunikasi kembali dengan keluarga, kerabat, dan wartawan yang datang menjenguk.

Baca Juga :  Iron Maiden: Kami Lebih Baik dari Metallica

Pada 5 September 2011, Utha kembali masuk rumah sakit. Bukan serangan stroke ketiga, melainkan mempersiapkan operasi lanjutan untuk untuk mengganti kulit sintetis yang menutup tempurung kepalanya dengan titanium. Usai operasi, kepala bagian kiri Utha memang hanya tertutup kulit sintetis sehingga rentan infeksi.

Utha menjalani operasi pemasangan titanium di RS Fatmawati pada 8 September 2011. Kondisinya sempat membaik, sebelum akhirnya ia koma dan menghembuskan napas terakhir pukul 13.30, 13 September 2011. “Bang Utha sudah pergi …,” kata Debbie, sang istri sesaat setelah kepergian suaminya. (ren)

• VIVAnews

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*