Visi-Misi Calon Kepala Daerah di Madina Tak Jelas

Madina, Dari tujuh pasangan calon bupati dan calon wakil bupati di Mandailing Natal (Madina) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), sebahagian besar tidak memiliki visi misi yang jelas. Hal tersebut diungkapkan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Madina, Erwin Efendi Lubis, Selasa (11/5) saat berada di Medan.

Menurut Erwin, setelah dirinya mempelajari visi dan misi dari semua calon yang akan bertarung pada Pilkada Madina 9 Juni mendatang, sebahagian besar pasangan calon masih lebih terfokus pada konsep pembangunan secara global. Sedangkan konsep pembangunan perekonomian yang langsung dirasakan oleh masyarakat, sama sekali tidak dimiliki para calon.

Lebih jauh dirinya mengatakan, salah satu penyebab tidak jelasnya visi dan misi para calon ini, disebabkan ketidaktahuan mereka tentang bagaimana Kabupaten Madina sebenarnya. Dari ketujuh pasangan calon, hanya sebahagian kecil saja yang mengetahui bagaimana Kabupaten Madina itu berkembang, maju dan bahkan disaat sulit sekalipun.

“Saya melihat pasangan calon kepala daerah di Madina lebih menonjolkan kekayaan dan menghamburkannya saat kampanye. Ini perlu diwaspadai, karena jika terpilih, bisakah mereka merelakan uang puluhan milyar tersebut tidak dikembalikan,” ujar Erwin.

Konsep Pembangunan

Erwin juga mengungkapkan, saat ini yang dibutuhkan masyarakat Madina, adalah pemimpin yang mengerti dan mengetahui konsep pembangunan ekonomi masyarakat didaerah yang sudah 11 tahun dimekarkan itu.

Masyarakat di Kabupaten Madina sebahagian besar adalah petani maupun berkebun. Kebutuhan akan pupuk murah, hasil panen yang baik, solusi harga jual produk pertanian dan perkebunan yang tinggi, sangat diharapkan oleh masyarakat. Namun dari visi dan misi calon, sama sekali tidak menyentuh secara langsung apa yang diinginkan.

Baca Juga :  FP-DAS Batang Gadis Gelar Penghijauan

Para calon hanya mengobral janji yang terkadang tidak masuk diakal. Salah satunya akan meningkatkan APBD tapi tidak tahu bagaimana caranya. Terkadang menjadi sebuah kelucuan, menurut Erwin, ada salah satu tim sukses pasangan calon yang menjanjikan, jika pasangan diusungnya menang, maka dirinya akan menambah APBD dari uang pribadinya.

“Inikan sudah tidak masuk diakal. Manalah bisa APBD ditambah atau dikurangi tanpa ada ketentuan. Kabupaten Madina itu bahagian dari Negara Indonesia yang memiliki aturan hukum dan perundang-undangan yang sangat jelas,” ujarnya.

Sehingga Erwin juga tokoh pemuda dan anggota dewan di Kabupaten Madina ini, berharap agar masyarakat bisa lebih jeli dalam menentukan pilihannya. Jika pilihan itu salah, maka selama lima tahun kedepan masyarakat akan menerima akibatnya. Sebab sejak KPU menetapkan pasangan kepala daerah di Madina sebagai calon yang sah, perpecahan sudah mulai terlihat di tengah masyarakat. (rel/sug)

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=54729:visi-misi-calon-kepala-daerah-di-madina-tak-jelas&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. wahhh kasihan tuh masyarakat klo pemimpinnya nanti gak ngerti mau dibawa kemana Madina….
    Mungkin calon BUPATI berniat baik utk bangun MADINA tapi gak tau konsep pembangunan coba deh para calon BUPATI menganalisi keunggulan Madina , kelemahan, peluang dan ancaman yag ada baru anlaisis buat konsep yg jelas dan masuk akal.. APBD mau ditambah dari uang Pribadi… WAUUUU MUSTAHILLL.. so kita bisa bantu meluruskan konsep pembangunan MADINA dgn cara DISKUSI tentu dan kita tuangkan dalm perencqanaan yg ter UKUR dgn indikator yg jelas (kuant6itatif)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*