Vonis Ringan untuk Majikan Sumiati Jauh dari Keadilan

Majikan Sumiati di Arab Saudi, hanya divonis 3 tahun bui atas penganiayaan berat terhadap TKW asal Dompu, NTB, itu. Vonis itu dinilai jauh dari rasa keadilan, terlebih Sumiati mengalami trauma akan penganiayaan itu.

“Saya kira vonis tidak memenuhi rasa keadilan karena majikan Sumiati itu menganiaya. Sumiati kan trauma seumur hidup, sebagian tubuhnya juga ada yang cacat permanen. 3 Tahun tidak setimpal dengan apa yang sudah dilakukan majikannya,” ujar Direktur Eksekutif Migrant Care, Anis Hidayah, kepada detikcom, Selasa (11/1/2011).

Menurut Anis, pemerintah harus melakukan upaya banding atas rendahnya vonis majikan Sumiati. Jika tidak, kasus Sumiati menjadi preseden buruk bagi para tenaga kerja yang mendapat perlakuan buruk dari majikannya di luar negeri.

Sumiati disiksa majikannya dengan cara digunting bibirnya dan disetrika badannya. Dalam pengadilan di Madina, tidak disebutkan nama majikan yang menganiaya Sumiati. Majikan Sumiati selain disidang pidana juga disidang perdata, terkait ganti rugi.

Anis meminta, pemerintah memperhatikan sidang pidana dan perdata. Sebab kasus Sumiati mendapat perhatian dunia internasional.

“Saya kira pidana perdata harus berimbang, ini harus dikawal. Tapi yang paling penting pidananya, kalau dari sisi penganiayaan ini melukai banyak orang. Ini mendapat perhatian dari internasional,” kata Anis.

Bahkan, Presiden SBY, lanjut Anis, pernah memberi pernyataan agar majikan Sumiati dihukum seberat-beratnya. Karena itu, SBY harus diberi tahu atas rendahnya vonis majikan Sumiati.

Baca Juga :  Kisah Anwar Ibrahim dan Pers Malaysia

“Saya kira vonis ini tidak seimbang dengan respon pemerintah yang kala itu sampai ke Pak SBY. Pak SBY harus disampaikan akan hal ini, harus diupayakan dengan banding,” tutup Anis. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*