Wabup Mandailing Natal: Maju mundurnya pertanian di tangan PPL

WASPADA ONLINE

HUTABARGOT – Wakil Bupati Mandailing Natal, Hasim Nasution, mengatakan maju mundurnya pertanian di kabupaten Mandailing Natal berada di tangan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), karenanya PPL harus membuktikan kinerjanya di lapangan.

“Jika PPL di Madina memiliki semangat yang sama, Insya Allah para petani dapat terbantu meningkatkan produksinya,” ujarnya, tadi malam.

Menurutnya, Pemkab Madina akan tegar kalau penyuluh mampu menumbuhkan petani sebagai putra yang mandiri serta bebas dari intrik yang menyengsarakan kehidupan petani.

Diyakini, peran penyuluh pertanian sebagai juru penerang mampu memberi warna khusus dalam kehidupan petani di Madina, karenanya PPL diharapkan benar-benar menyatu padu dalam kehidupan petani, menjalin hubungan harmonis, indah dan penuh persaudaraan.

Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Madina, Taufik Zulhadra Ritonga, melaporkan hasil panen raya padi unggul varietas ciherang lingkup Gapoktan Bina Usaha desa Simalangi mencapai 7,2 ton per hektar, dengan luas hamparan 40,6 hektar.

“Terbukti dari hasil panen raya kita pada hari ini mencapai 7,2 ton per hektar. Jika hasil panen ini dapat diterapkan di Madina, maka hasil panen dapat dicapai dua kali lipat dari tahun 2009,” sebutnya.

Pada 2009 rata-rata capaian produksi kita hanya 4,2 ton per hektar, dengan jumlah produksi 168.024,80 ton bagah Kering Giling (GKG), sehingga masih jauh dari harapan.

Baca Juga :  Batal Kalah, Liverpool Bergeming
Editor: SATRIADI TANJUNG
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*