Wacana ‘Kocok Ulang’ Semakin Jelas – Gatot Ingin Sekdaprovsu Strategis

MEDAN (Berita): Gonjang ganjing belum juga ditetapkannya Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara defenitif semakin memukan jawaban. Wacana akan dilakukannya kocok ulang semakin mengemuka.

Pasalnya Wakil Gubernur Sumut Ir Gatot Pudjonugroho juga memberi jawaban tegas, dirinya menginginkan figur Sekdaprovsu yang lebih strategis. Bahkan spekulasi bakal dilakukan kocok ulang terhadap tiga nama calon Sekdaprovsu yang sudah menjalani “fit and proper test’ juga tak dibantah orang nomor satu di Sumut ini.
Gatot yang ditemui usai menghadiri acara di Aula Martabe, Kantor Gubernur Sumut di Medan, Kamis (14/4) malah menegaskan sosok Sekdaprovsu yang akan mendampingi dirinya dalam membangun Sumut harus figur yang strategis.

“Sekda itu jabatan yang strategis di pemerintahan. Karena posisinya strategis, harus dong sosok yang strategis pula,” tegas Gatot menjawab pertanyaan wartawan terkait perkembangan pemilihan pejabat defenitif Sekda Pemprov Sumut.

Sikap pemerintah yang hingga kini belum menetapkan satu dari tiga calon Sekda Pemprov Sumatera Utara sebagai pejabat defenitif, semakin menuai gonjang-ganjing di lapangan. Dari mulai adanya spekulasi bahwa tiga calon sekda akan kembali dikocok ulang karena bukan merupakan produk Gatot, melainkan ketiganya sebagai produk Gubsu nonaktif H Syamsul Arifin yang kini ditahan di Rutan Salemba.

Wacana ‘pelangi’ pun muncul hingga membawa-bawa persoalan agama.
Justru disebut-sebut Gatot Pudjonugroho menginginkan sosok ‘pelangi’ yang akan mendampingi dirinya, seperti yang dilakukan pemimpin Sumut di era lalu, yakni jika pimpinannya Muslim maka Sekdanya harus non Muslim.

Padahal ketiga sosok, yakni H Sjafaruddin SH (Kadis Pendapatan Sumut), Aspan Sofyan Batubara (Kadis Perkebunan Sumut/Pj Bupati Madina), dan Syaiful Syafri Sipahutar (Kadis Pendidikan Sumut), diketahui sudah menjalani Fit and Proper Test.
Bahkan informasi terakhir yang dirangkum menyebutkan, nama ketiganya sudah melewati seleksi Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin Wakil Presiden, Boediono, tinggal menunggu pengesahan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun sampai kini, jawaban presiden belum ada.   Namun Gatot sendiri mengaku tak ingin berspekulasi terkait ragam persoalan tersebut.

Baca Juga :  Guru Nyambi Pengemudi Becak Motor

“Silahkan saja beranggapan apapun, namun persoalan ini memang masih dalam proses. Biarkan prosesnya berjalan, karena kita memang tidak ingin melakukan revolusi, atau evolusi, melainkan kita lebih memilih yang di antaranya,” ujar Gatot.
Apakah opsi yang dipilih itu mengindikasikan Gatot melakukan kompromistis dalam memimpin roda pemerintahan di Pemprov Sumut? Gatot menjelaskan, kompromistis juga merupakan bagian dari sebuah proses.

Terkait kemungkinan Gatot melakukan kocok ulang terhadap pengajuan tiga nama calon Sekda Pemprov Sumut itu guna mendapatkan sosok yang lebih strategis ? Gatot menegaskan, prinsipnya ia akan tetap mencari sosok yang lebih strategis.

“Tolong ditulis besar-besar, kita mau mencari sosok Sekda Pemprov Sumut yang lebih strategis. Soal perkembangannya seperti apa, biarkanlah kami berproses. Bisa saja besok atau lusa, atau  sebulan, atau dua hingga tiga bulan baru kemudian baru ada perkembangan. Yang pasti, biarlah prosesnya berjalan,” katanya.

Resah

Di bagian lainnya, lambatnya penetapan Sekdaprovsu  yang sudah empat bulan dijabat Plt, juga mengundang keresahan di lingkungan wakil rakyat di DPRD Sumut.
“Kita dari Fraksi PDI Perjuangan mendesak agar pemerintah pusat segera menetapkan dari tiga nama siapa yang menjadi Sekda defenitif, waktunya sudah terlalu lama dan kita khawatirkan berimbas terhadap tersendatnya pembangunan Sumut,” kata Analisman Zalukhu.

Menurutnya, tahap yang wajar dalam proses penetapan calon Sekda hanya memakan waktu tiga sampai empat minggu. ‘Jadi ini sudah tidak wajar, ujarnya. Menyinggung ketiga nama calon bukan merupakan produk yang diusulkan Gatot penyebab terkendalanya penetapan Sekdaprovsu, Analisman menegaskan pihaknya tidak mau tau dengan persoalan itu.

Baca Juga :  KP USU Adukan Bupati Madina ke PTUN Medan

“Kita tidak mau persoalkan produk Syamsul atau produk Gatot, yang kita tahu inilah produk yang diusulkan “Syampurno” (Syamsul dan Gatot Pudjonugroho) yang menjadi pasangan pemimpin Sumut, ketika ketiga nama itu diusulkan,” tegasnya.
Hal yang sama juga disampaikan Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD sumut Ir Fadly Nurzal. “Jika memang harus kocok ulang, ya harus segera dijelaskan. Apa masalahnya hingga ketiga nama kembali ke laptop,” cetus Fadly.

Sedangkan menyinggung persoalan ‘pelangi’ Fadly juga menegaskan persoalan tersebut tidak ada aturannya dalam Undang-Undang.   “Yang penting kalau memang ketiganya dianggap tidak layak, segera dikembalikan dan jelaskan. Jangan bertele-tele dalam ketidakpastian,” ucap Fadly yang juga Ketua DPW PPP Sumut. (lin/irm) (beritasore.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*