Wah, 1.050 Desa di Sumut Belum Tersentuh Listrik

Medan, (tvOne)

electrical1 Wah, 1.050 Desa di Sumut Belum Tersentuh ListrikGubernur Sumatera Utara, H. Syamsul Arifin mengatakan, sekitar 1.050 desa di provinsi itu belum mendapatkan penerangan listrik karena masih terbatas daya kelistrikan. “Jadi, penerangan listrik desa di Sumut belum 100 persen,” kata Syamsul Arifin ketika berdialog dengan anggota Komisi VII dan Direksi PT PLN (Persero) di kantor Gubernur Sumut di Medan, baru-baru ini.

Saat ini, katanya, terdapat sekitar 5.456 desa di Sumut yang tersebar di 33 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk hampir 14 juta jiwa. Namun, kata Syamsul, karena keterbatasan ketersediaan listrik, hanya sekitar 4.400 desa saja yang mampu mendapatkan alat utama penerangan itu. “Jumlahnya hanya 80,8 persen. Belum 100 persen,” katanya.

Meski demikian, kata Syamsul, pihaknya terus melakukan berbagai upaya untuk menambah pasokan listrik tersebut. Diantaranya, dengan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa desa.

Kemudian pada saat-saat tertentu, pihaknya berupaya minta pasokan listrik kepada PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dalam program “swapping” atau tukar energi listrik dengan PT PLN (Persero). “Meski jumlah daya yang disepakati terbatas, tetapi upaya perlu dilakukan,” kata mantan bupati Langkat itu.

Namun untuk ketersediaan daya listrik dalam jumlah besar, Pemprov Sumut mengharapkan, Komisi VII DPR dapat mendesak pemerintah pusat agar segera merealisasikan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla di Kabupaten Tapanuli Utara yang memiliki kapasitas 335 MW. “Demikian juga penyelesaian PLTU di Pangkalan Susu dan PLTA Asahan III,” katanya.

Baca Juga :  Terkait Kerusuhan Aek Badak - Ketua Umum PC IMM TapSel : Mari Sama sama Jaga Kerukunan

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut, Eddy Sofian mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan investor yang akan menanamkan modalnya di Sumut dapat mengalokasikan energi listriknya untuk masyarakat. “Jangan keseluruhannya hanya untuk industri, pikirkan juga rakyat,” kata Eddy.

Namun, kata Eddy, imbauan itu bukan berarti pihaknya tidak menghendaki meningkatnya industri di Sumut yang juga membawa pengaruh dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Imbauan itu hanya bermaksud agar investor yang akan menyiapkan energi listrik turut berpartisipasi dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. “Karena listrik juga sudah menjadi salah satu kebutuhan hidup orang banyak,” katanya. (Ant)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*