Wakil Ketua PC NU Kabupaten Tapsel ; Tapsel Baru Bisa Maju Jika Dipimpin Figur yang Tidak Emosional

P.Sidimpuan, (www.analisadaily.com)

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) baru bisa maju jika dipimpin figur yang mau dan mudah berkomunikasi dengan berbagai pihak, tidak emosional, bersedia menerima saran atau pendapat dan memiliki relasi yang baik di tingkat daerah, provinsi maupun pusat.

“Dengan kriteria itu, pembangunan akan berkembang pesat karena sumber dana tidak hanya mengandalkan APBD Kabupaten, namun juga APBD Provinsi dan APBN bahkan dana-dana dari luar negeri, “ujar Wakil Ketua PC NU Kabupaten Tapsel, Drs Agus Salim Lubis MAg dalam acara silaturahmi pengurus Yayasan Haji Hasan Pinayungan dengan Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) di Jalan Letjen Haryono Kampung Marancar, Kota P.Sidimpuan, Minggu (21/2) sore.

Dikatakan, dari enam pasangan balon Bupati dan Wakil Bupati Tapsel yang sedang mengikuti seleksi di KPU, baru pasangan SARASI yang dinilai memiliki kelebihan dan dipandang lebih baik dari pasangan lainnya. “Atas dasar itulah , PC NU Tapsel menerima dan menyambut baik tawaran acara silaturahim ini,” terangnya

Agus Salim mengajak seluruh warga dan tokoh-tokoh NU agar bersatu (Rap Olo) mendukung dan memilih pasangan SARASI agar ketertinggalan pembangunan Tapanuli Selatan dari daerah lainnya dapat terkejar.

Diharapakannya, pasangan Syahrul M Pasaribu dan Aldinz Rapolo Siregar dalam berkampanye jangan terlalu banyak janji dan sedikit berbuat namun harus sedikit janji tetapi banyak berbuat.

“Sosok Syamsul Arifin yang kini Gubernur Sumatera Utara contoh pemimpin yang sedikit janji tapi banyak bekerja dan itu layak dicontoh,” terangnya sembari mengingatkan agar bila terpilih SARASI tidak lupa atas janji dan komitmennya kepada rakyat.

Baca Juga :  Tapsel Gelar Manasik Akbar Terakhir

Sementara Prof DR H. Bomer Pasaribu dalam sambutannya mengatakan, jika keluarga besar H.Hasan Pinayungan Pasaribu mamiliki hubungan emosional yang tinggi dengan Nahdatul Ulama.

“Almarhum ayah kami merupakan kader NU militan sehingga hubungan emosional NU dengan kelurga kami tidak dapat terbantahkan, “ujarnya.

Bomer memperkirakan, pengangakatan dirinya menjadi Menteri Tenaga Kerja dimasa presiden Gusdur selain karena kader Golkar juga dikarenakan dalam dirinya mengalir darah NU. “Mungkin itulah salah satunya saya dipercaya dan masuk dalam Kabinet Gusdur waktu itu,” ujarnya.

Aldinz Rapolo dalam sambutannya, menuturkan dalam memimpin daerah dirinya memakai prinsip ‘HUTA’. H yaitu holong mangalap holong, U yakni Urup marsiurupan, T yakni Tungkir marsitungkiran dan A adalah Anju marsianjuan.

Kemudian juga dalam memimpin Tapsel yang siap dijalankannya yaitu ‘TAPSEL’ dalam artian T adalah Teladan, A adalah Amanah, P adalah Peduli, S adalah Santun, E adalah Energik dan L adalah Lugas.

“Sebagai Wakil Bupati Tapsel periode 2005-2010 yang sebentar lagi masa jabatannya berakhir, bila ada yang salah selama saya menjalani tugas-tugas pemerintahan saya meminta maaf,” ungkap Aldinz Rapolo.

Sedangkan Syahrul M Pasaribu bercerita ketika dirinya ketika masih kecil tinggal bersama orangtuanya di Kampung Marancar di Kota P. Sidimpuan, di tahun 1966 sampai 1968, kalau berbicara ormas NU, di Kampung Marancarlah salah satu barometernya.

“Karena almarhum ayah saya tidak terpisahkan dari NU. Dan dalam aliran darah saya mengalir ‘golongan darah’ NU. Tolong bantu kami,” harap Syahrul Pasaribu.

Baca Juga :  Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) Usulkan 500 CPNS

Acara silaturahmi yang dipandu Salohot Pasaribu S.Ag itu diawali pembacaan ayat suci Alqur’an oleh Qori Tapsel Herman Nasution, salawat badar dipimpin al ustadz Pagaran Siregar dan tausyiah singkat oleh ustadz Maralaut Siregar.

Turut hadir, mantan Bupati Tapteng H.Panusunan Pasaribu, Rois Syuri’ah NU Tapsel H Abdollah Pulungan, Ketua PC PMII Tapsel Ibrahimsyah beserta pengurus, Presma BEM STAIN P. Sidimpuan Mancar Marbun beserta pengurus, para generasi muda NU dan sejumlah pengurus NU Kecamatan dan warga NU se-Tapsel. (hih)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*