Walau Bayar Retribusi, Dinas Pasar Tetap Gusur, Pedagang Inang-inang Pun Serbu DPRD

116894122523310bd728f6d32aa96511a4234602 Walau Bayar Retribusi, Dinas Pasar Tetap Gusur, Pedagang Inang inang Pun Serbu DPRD
Pedagang sayur Pasar Dwikora mendatangi kantor DPRD Pematangsiantar menyampaikan protes atas penggusuran pedagang sayur di Jalan Gotong Royong, Jumat(17/6).

Puluhan pedagang sayur yang didominasi inang-inang unjuk rasa di halaman DPRD Siantar menyampaikan protes atas tindakan Dinas Pasar yang melarang mereka membongkar dagangan (sayur-sayuran) di Jalan Gotong Royong, Jumat (17/6) dini hari. Padahal, selama ini mereka selalu membayar retribusi kepada Dinas Pasar.

Pedagang yang tiap harinya menurunkan barang untuk dibagi ke setiap pengecer di Pasar Dwikora dan Pasar Horas mengaku mengalami kerugian akibat larangan tersebut. “Karena larangan itu, kami rugi rugi puluhan juta karena barang yang telah dibeli dari gunung tidak dapat dibongkar,” ujar inang yang mengaku boru Sipayung diamini rekan-rekannya. Lebih lanjut Boru Sipayung menjelaskan, selama ini semua kewajiban atau retribusi yang diminta petugas dari Dinas Pasar sudah mereka penuhi. Kata mereka, retribusi tersebut dibayar harian, bahkan ada yang tahunan.

Bahkan, kata mereka, segala jenis retribusi telah mereka bayarkan, seperti retribusi sampah, bongkar muat, dan retribusi parkir. Boru Sipayung dan boru Saragih menambahkan, saat pelarangan tersebut, sempat terjadi adu mulut dengan pegawai Dinas Pasar.  “Semalam tiba-tiba Dinas Pasar dibantu Satpol PP sudah menghadang kami. Akhirnya kami tidak bisa lagi menurunkan dagangan kami,” kata inang boru Sipayung.

Pengunjuk rasa yang menyampaikan keluhannya tampak duduk tertib, sementara truk-truk pedagang diparkirkan berjejer di jalan komplek DPRD. Namun sayang tidak seorang pun DPRD menerima mereka. Hanya beberapa orang pengawai Satpol PP tampak mengawasi para pengunjuk rasa.

Baca Juga :  Panwaslu Temukan 404 Dugaan Pelanggaran Di Pilgub Sumut

Kadis Pasar Serta Ulina Girsang yang dihubungi lewat telepon selulernya membenarkan terjadinya pelarangan kepada pedagang sayur yang setiap pagi membongkar sayurannya di Jalan Gotong Royong dengan tujuan untuk menertibkan pasar serta memperlancar arus lalu-lintas. “Sebenarnya sesama pedagang yang meminta untuk ditata kembali. Bukan hanya pemilik truk, penjual daging juga ditertibkan. Sebagai solusi seluruh pedagang sayur diarahkan membongkar di eks Terminal Suka Dame,” kata Serta. (esa/ara)

Sumber: metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*