Walau Mangkir Sidang, Tunjangan Tidak Mau Dipotong

Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, menolak memberlakukan sanksi pemotongan tunjangan terhadap anggota DPRD yang sering tidak hadir dalam berbagai agenda persidangan. Mereka juga tidak mau ketentuan yang akan diberlakukan di DPR-RI itu diterapkan di Pamekasan.

“Tunjangan yang diterima anggota DPR-RI di Senayan besar sehingga tidak jadi masalah kalau dipotong. Kami di daerah belum siap karena tunjangannya kecil,” kata Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Kalam kepada Tempo, Rabu (28/7).

Menurut dia, sanksi pemotongan tunjangan rawan menjerumuskan anggota DPRD di daerah untuk melakukan tindak pidana korupsi. Banyak anggota DPRD Pamekasan masih mempunyai cicilan hutang di bank untuk biaya pencalonan sebagai anggota legislatif.

Selain itu, setiap bulan honor setiap anggota DPRD mesti dipotong untuk partai 15 sampai 30 persen, tergantung kebijakan partai masing-masing. “Yang kami terima per bulan rata-rata Rp 9 juta, belum lagi dipotong untuk partai 30 persen, bayar cicilan ke bank biaya caleg, bisa-bisa minus. Jadi, rawan korupsi. Maka kami tidak setuju sanksi potong tunjangan,” ujarnya.

Khairul mengakui, sulit mengharapkan tingkat kehadiran anggota DPRD dalam setiap agenda persidangan mencapai 100 persen. “Yang penting minta izin dan bolosnya tidak berturut-turut, masih bisa dimaklumi,” tuturnya.

Meski begitu, lanjut politisi Partai Demokrat ini, tingkat kehadiran anggota DPRD Pamekasan mencapai 99 persen di setiap sidang. Menurut dia, ada dua cara yang diterapkan agar kegiatan sidang tidak berbenturan dengan agenda pribadi. Yaitu penggunaan mesin jari elektrik dan setiap Komisi dan Fraksi diwajibkan menyetorkan jadwal kegiatan di awal bulan dan di akhir bulan menyerahkan laporan hasil kegiatan berikut daftar hadirnya.

Baca Juga :  Senator Minta UN Dihentikan

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/07/28/brk,20100728-266846,id.html

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*