Wali Kota Tj Balai Diduga Terlibat 3 Kasus Korupsi – Tak Pernah Diperiksa Kajari

brown rat Wali Kota Tj Balai Diduga Terlibat 3 Kasus Korupsi Tak Pernah Diperiksa KajariMeski sudah ditetapkan sebagai tersangka pada awal tahun 2009 lalu, tepatnya pada bulan Pebruari 2009 dalam tiga kasus dugaan korupsi. Ketiga kasus itu yakni dana MTQ ke-31 Rp5 miliar lebih, dana operasional kepala daerah sebesar Rp950 juta, dan kasus dugaan korupsi pembangunan open stage di lapangan pasir sebesar lebih kurang Rp7 miliar. Namun Wali Kota Tanjung Balai dr SH SpoG, hingga kini masih belum pernah diperiksa sebagai tersangka.

Aktivis mahasiswa dari Persatuan Mahasiswa Tanjungbalai (PERMATA) Adria Sulin, mengatakan, tidak dipanggilnya Sutrisno Hadi sebagai tersangka membuat warga Tanjung Balai jadi bertanya-tanya, apakah kasus tersebut memang sudah tidak lagi ditangani pihak Kejari Tanjung Balai. Kenapa alasan pihak kejaksaan tak memanggil Sutrisno sebagai tersangka karena izin dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono tak kunjung diterima pihak Kejari.

Padahal saat menetapkan Sutrisno sebagai tersangka, pihak Kejari Tanjung Balai mengatakan, pihak Kejari Tanjung Balai akan meminta izin kepada presiden untuk memeriksa Sutrisno. Namun, jika dalam tempo 60 hari izin dari presiden belum juga turun, maka pihak Kejari tetap akan memanggil Sutrisno sebagai tersangka untuk menjalani pemeriksaan.

Tapi kenyataannya, hingga hampir pertengahan tahun 2010, Sutrisno tetap saja belum pernah dipanggil pihak kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pelaku dugaan korupsi yang menelan dana miliaran rupiah itu. Sementara di tengah-tengah masyarakat telah beredar isu bahwa surat izin pemeriksaan tersebut sudah keluar sekitar lima bulan yang lalu.

Baca Juga :  Kongres Konghucu Sedunia Dimeriahkan Barongsai

Sementara Kajari Tanjungbalai yang lama Miduk Hutapea SH MH juga sudah dipanggil Kejaksaan Agung (Kejagung), untuk menggelar ekspos atau gelar perkara, terlait kasus dugaan korupsi dana MTQ ke-31 tingkat Sumut tersebut.

Selain terlibat kasus dugaan korupsi dana MTQ ke-31, Sutrisno Hadi juga diduga terlibat dugaan kasus korupsi dana operasional kepala daerah sebesar Rp950 juta, dan kasus dugaan korupsi pembangunan open stage di lapangan pasir sebesar lebih kurang Rp7 miliar lebih.

Beberapa waktu lalu, saat jabatan Kajari Tanjung Balai masih dijabat Miduk Hutapea SH MH, Kasi Pidsus PDE Pasaribu SH MH mengatakan, pihak Kejari masih melakukan pengembangan terhadap, kasus pembangunan open stage di lapangan pasir Tanjungbalali, pengembangan yang dilakukan dengan cara penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan, terhadap yang terkait dalam kasus open stage tersebut. Sampai sekarang pihak Kejari belum bisa menentukan siapa yang di jadikan tersangka, dalam kasus dugaan korupsi pembangunan open stage. Tetapi secepat mungkin pihak Kejari akan menentukan siapa tersangka, kasus dugaan korupsi pembangunan open stage yang berada di lapangan pasir.

Saat ditanyai sudah sejauh mana, perkembangan dalam penangan kasus dugaan korupsi dana MTQ dan dana operasional kepala daerah, PDE Pasaribu mengatakan, pihak Kejari masih terus melakukan penyelidikan, penyidikan dan pemeriksaan, terhadap yang terkait dalam kasus dugaan korupsi tersebut, dan pihak badan pemeriksa keuangan propinsi (BPKP), masih terus juga melakukan pemeriksaan berkas-berkas yang terkait dalam kasus dugaan korupsi, dan penambahan tersangka belum ada. Namun tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka yang lain.

Baca Juga :  Aneh..! Wakil Walikota Medan Malah Tuding Pemerintah Pusat Penyebab Jalanan Kota Medan Amburadul

Sumber: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/Wali_Kota_Tj_Balai_Diduga_Terlibat_3_Kasus_Korupsi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*