Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuan

Selasa 25 Agustus 2009

www.inimedanbung.com

>> kodir, padangsidimpuan
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan jelas, minta walikota P.Sidempuan untuk mempertimbangankan jabatan Sekretaris Dewan (Sekwan) setempat, berhubung dinilai kurang aspiratif atau tanggap atas kinerjanya.
“Selain mempertimbangkan, diminta kepada walikota agar menggantikan orang baru di jabatan Sekwan P.Sidempuan, yang saat ini dijabat Drs ML.” Ujar Erwin Nasution, salah seorang anggota DPRD Kota P.Sidempuan yang baru saja dilantik, pekan lalu.
Menurut penilaian mantan anggota DPRD Tapsel periode 2004-2009 tersebut, ML sudah tidak layak duduk dikursi empuk Sekwan, “satu hari sejak saya dilantik sebagai anggota dewan P.Sidimpuan, saya sudah bisa menilai kinerja oknum sekwan terkesan amburadul. Dan, tidak perlu dipertahankan,” tukas Erwin.
Penilaian buruk politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) muncul saat dihari “H” pelantikan. Dimana disitu banyak hal-hal kekurangan. “Sekwan seyogianya harus mampu menjadi jembatan kesemua unsure. Itu kurang didapatkan. Akibatnya disat acara pelantikan berlangsung banyak yang merasa kecewa. Termsuk Kapolresta yang hadir kelokasi pelantikan itu, di Gedung Nasional, datangnya terlihat marah-marah,” sebut Erwin.
Kekeliruan paling fatal Sekwan ditambahkan Erwin, yang saat memberi penjelasan kepada sejumlah wartawan, bersama Ketua Demokrat P.Sidimpuan, Darwin Harahap, di kantin DPRD, Selasa (18/8) adalah soal pengangkatan Ketua Sementara DPRD Kota P.Sidempuan saat rapat paripurna istemewa.
Dimana diangkatnya pimpinan dewan sementara, H Aswar Syamsi menurutnya cacat hukum. “Saya sebenarnya mau interupsi soal penagangkatan ketua sementara waktu itu. Namun, mengingat undangan yang hadir orang-orang terhormat, niat interupsi saya urungkan. Apalagi suasana baru saja pelantikan anggota dewan. Secara etika politik tidak pantas. ” Kata Erwin.
Dikatakan Erwin, pengangkatan pimpinan sementara dewan itu tidak merujuk ke undang-undang. Selain tidak ada musyawarah mufakat lebih awal dengan calon-calon anggota dewan yang baru. Akan tetapi lebih condong pengangkatan pimpinan sementara itu ke factor suka tidak suka. Soalnya kalau merunut ke-undang-undang lama dan yang baru sebut Erwin, pimpinan sementara seharusnya adalah Darwin Harahap, bukan Aswar Syamsi, yang keduanya berasal dari partai Demokrat.
“DPRD itu ‘ kan sebuah lembaga resmi, bukan lembaga ecek-ecek. Justeru itu disini tidak dibenarkan melahirkan sebuah keputusan suka-suka, harus lewat musyawarah dan mufakat. Sekwan hanya fasilitator, bukan sosok yang pengambil keputusan. Jadi, keputusan untuk mengangkat pimpinan sementara itu harus jelas paying hukumnya, bukan asal dibuat-buat,” sebut Erwin sedikit nada tinggi.
Dia (Erwin), mengaku dalam hal ini bukan ada kepentingan terhadap siapapun, namun dirinya ingin menciptakan suasana yang kondusif di P.Sidempuan terutama di lingkungan DPRD. “Dengan suasana baru, dan anggota dewan yang baru, kami berharap walikota dapat merespon keinginan kami untuk menggantikan Sekwan yang baru juga,” harap Erwin.
Sekretaris Dewan (Sekwan) ML, tidak berhasil ditemui wartawan di gedung dewan saat hendak dikonfirmasi seputar hal diatas, Kamis (20/8). Begitu juga saat dihubungi lewat HP, juga tidak bereaksi alias tidak berhasil dihubungi. Menurut sejumlah staf di secretariat DPRD ML tidak sedang berada ditempat. ***

POST ARCHIVE: This content is 8 years old. Please, read this content keeping its age in Mind
google Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuanfacebook Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuantwitter Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuanlinkedin Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuanemail Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuanprint Walikota Copot Jabatan Sekwan Sidempuan

4 Comments

  1. si ML (M**w*si Lu**s) itu sudah dicopot dari jabatan nya…
    hati2 sama manusai yg satu itu.. karena selain PNS, yang bersangkutan juga nyambi sebagai PENIPU…!
    sudah banyak orang yg ditipunya antara lain dengan menjadi CALO PENGANGKATAN PNS..
    beberapa waktu yg lalu oknum tsb menghilang dari PSP dan sekarang masih buron atas kasus PENIPUAN dan PERCALOAN PNS yang dilakukannya….

    DEMIKIAN MENURUT SUMBER YANG TIDAK DAPAT DIPERCAYA….

  2. Meraja lelanya para koruptor melakukan perbuatan dugaan KKN di daerah kota Salak tersebut, menunjukkan pemekaran Kota Psp bukan untuk meningkatkan pembangunan melainkan jadi ajang “penggerogotan” uang negara untuk memperkaya sejumlah petinggi pemko Psp yang berjiwa korup. Untuk itu, Wajar jika asset setiap pejabat di daerah ini meningkat pesat, namun pembangunannya terkesan jalan ditempat. Ironisnya, pemko Psp nampaknya tak begitu peduli serta kurang memperhatikan nasib rakyat yang semangkin tertindas…… {siapa yang akan menyusul…….! 1 2 3 4…..orang lagi yang akn menyusul menemui rekan2 seperjuwangan nya…….{ SABAR YA PARAPEJABAT2 KU KAMU PASTI MEYUSUL REKAN REKAN SEKALIAN}

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*