Walikota Sidimpuan Dihadiahi Ayam Jantan

Padangsidimpuan, (Analisa). Puluhan pengemudi beca mesin yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat (ARM), menghadiahi Walikota Padangsidimpuan Drs H Zulkarnaen Nasution seekor ayam jantan. Hal itu dilakukan massa saat unjukrasa di halaman Kantor Walikota Jalan Sudirman Kota Padangsidimpuan, Selasa (29/5).

Pantauan Analisa, puluhan massa tiba di halaman kantor walikota sekira pukul 11.00 WIB dengan mengendarai belasan beca mesin, sepeda motor dan mobil pick up.

“Kami minta walikota menyampaikan ke publik atas berbagai pembangunan yang terbengkalai di kota ini,” ujar m2ereka.

Sekira 15 menit menggelar orasi, Asisten I Pemko Sidimpuan Rahuddin SH mewakili Walikota menemui massa. Namun, massa menolak dan tetap mendesak agar walikota yang langsung datang menemui mereka.

Namun, walikota tidak kunjung menemui mereka, akhirnya massa melepas seekor ayam sebagai simbol kejantanan di halaman kantor walikota.

“Ayam jantan ini kami hadiahkan agar Pak Walikota agar lebih jantan menerima masyarakatnya,” ujar koordinator aksi, Hamzah.

Sebelum membubarkan diri, koordinator aksi Hamzah membacakan pernyataan sikapnya yang memuat sejumlah persoalan pembangunan bermasalah di antaranya, kolam renang Sitataring yang telah menggelontorkan uang APBD senilai Rp3,8 miliar, namun kondisinya terlantar.

Pembangunan menara Masjid Agung Al-Abror yang direncanakan menjadi menara tertinggi di Sumatera Bagian Tenggara, namun hingga kini belum juga selesai padahal anggaran negara baik berasal dari APBD dan APBN sudah digelontorkan sekira Rp3,7 milyar dalam dua tahun anggaran.

Baca Juga :  CPNS Paluta Belum Terima SK Penempatan

Demikian juga pembangunan gedung olahraga (GOR), tempat pembuangan akhir (TPA), lanjutan pembangunan jalan Hanopan masih tanda tanya meski anggarannya sudah di tampung di APBD.

Belum lagi masalah retribusi parkir, kebersihan pasar, TPR yang diduga adanya kebocoran anggaran pendapatan dimana estimasinya seluruh hasil retribusi harusnya menghasilkan Rp12 milyar setahun, namun pada kenyataannya jauh panggang dari api.

Piutang

Persoalan piutang daerah juga masih menjadi beban kota Sidimpuan termasuk Rp 7,5 miliar yang sudah berkekuatan hukum tetap. Belum lagi masalah pengelolahan pasar Sangkumpal Bonang yang perlu evaluasi.

Atas dasar tersebut kata Hamzah, ARM mendesak agar Pemko Sidimpuan mencari langkah pasti menyelesaikan pembangunan yang terbelengkalai.

Menuntut Walikota Zulkarnaen Nasution mempertanggungjawabkan terhentinya sejumlah proyek pembangunan di hadapan masyarakat Kota Sidimpuan.

Meminta BPKP agar tidak hanya memeriksa administarsi Pemko Sidimpuan, namun turun langsung ke lapangan mencek langsung berbagai permainan anggaran pembangunan.

Usai membacakan pernyataan sikapnya, puluhan massa itu kemudian membubarkan diri.(hih)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*