Walikota Sidimpuan Kembali Didesak Mundur

%name Walikota Sidimpuan Kembali Didesak Mundur Walikota Padangsidimpuan Drs. H. Zulkarnaen Nasution MM kembali didesak mundur dari jabatannya, karena dinilai gagal menjalankan roda pemerintahan.

“Kami minta Pak Zul segera meletakkan jabatan, karena sudah tidak layak lagi memimpin kota ini, “ujar Kordinator Lapangan (Korlap) Muhammad Syukur saat aksi unjukrasa Front Parlemen Jalanan (FPJ) di halaman kantor Walikota Padangsidimpuan, Kamis (8/7).

Pantauan Analisa, belasan massa FPJ tiba di kantor Walikota P. Sidimpuan sekitar pukul 10.30 WIB dengan mengenderai kendaraan roda dua.

Di depan pagar utama Kantor Walikota mereka langsung menggelar orasi sembari mengusung berbagai poster dan spanduk yang berbunyi desakan agar Walikota P. Sidimpuan mundur dari jabatannya dan Sekda Sarmadhan di tangkap.

Setelah sekitar 15 menit menggelar orasi didepan gerbang utama yang dijaga ketat Satpol PP, akhirnya mahasiswa diperbolehkan memasuki halaman kantor Walikota P. Sidimpuan.

Di tempat itu, massa FPJ kembali berorasi sembari meneriakkan yel-yel perjuangan, namun tidak satupun pejabat Pemko yang menemui mereka sehingga massa hanya beradu muka dengan personil Satpol PP yang dengan ketat mengawasi jalannya aksi unjukrasa.

Dalam pernyatan sikap yang tetap dibacakan Kordinator Lapangan (Korlap) M.Syukur dihadapan petugas Satpol PP dan polisi disebutkan, berbagai dugaan korupsi yang menjamur dan telah menjadi rahasisa umum di Pemko P. Sidimpuan merupakan indikasi nyata jika kinerja pejabat (SKPD) kota ini semakin buruk.

Frekuensi aksi-aksi unjukrasa di P Sidimpuan semakin hari juga semakin tinggi dalam mendesak pergantian sejumlah kepala SKPD yang diduga korup.

Baca Juga :  Wenger: Tak Mungkin Cesc Begitu

Namun anehnya, Walikota Zulkarnaen Nasution terkesan tutup mata dan terus mempertahankan para kepala SKPD yang diduga korup tersebut. “Bagaimana good govermance di kota ini bisa terwujud, wong SKPD dan Walikotanya setali tiga uang, “ujarnya.

Pertanyakan

Dalam pernyataan sikapnya, FPJ juga mempertanyakan munculnya statemen ketua DPRD P. Sidimpuan yang menyebut PT ATC dalam mengelola pasar Sangkumpal Bonang didasari mandat Walikota.

“Ini merupakan alasan yang tidak bisa diterima karena dalam pengeluaran mandat tersebut tidak melalui pembahasan atau paripurna di DPRD, “cetus Syukur.

Seharusnya kata Syukur dalam mengeluarkan izin prinsip terhadap pihak ketiga harus mempunyai persetujuan dari DPRD Kota Padangsidimpuan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku bukan malah sebaliknya. .

Puas dengan orasinya, puluhan mahasiswa ini meninggalkan Kantor Walikota dan bergerak menuju Gedung Kejari yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari kantor Walikota P. Sidimpuan.

Setibanya di depan gerbang gedung Kejari massa kembali menggelar orasi mendesak Kajari mengusut tuntas kasus korupsi di tubuh Pemko P. Sidimpuan.

Aksi di Kejari ini hanya berlangsung sekitar 20 menit karena massa hanya memberikan dokumen pernyataan sikap kepada pihak Kejaksaan.

Dokumen pernyatan sikap dan rincian data dugaan korupsi itu diserahkan Korlap aksi Muhammad Syukur kepada Kasintel Kejari P. Sidimpuan Polim SH.

Dinkes

Dalam kesempatan itu, kordinator aksi Syukur menyampaikan dukungan dan desakannya agar seluruh dugaan kasus korupsi di Pemko P. Sidimpuan khususnya Dinas Kesehatan dapat segera diungkap.

“Dalam pernyataan sikap ini kami ada menyebutkan adanya dugaan korupsi di Dinkes P. Sidimpuan berupa kegiatan belanja modal alat-alat kedokteran umum TA 2007,2008 dan 2009 diluar anggran 2010 yang sudah mencapai Rp 13.045.753.126. Kasus ini tolong segera diungkap, “pintanya.

Baca Juga :  Jeritan Korban Banjir Bandang Manyabar Pak Bupati, Kami Butuh Tempat Tinggal

Proses

Menanggapi pernyataan sikap FPJ tersebut, Kajari Indrasyah Djohan yang diwakili Kasintel Polim SH mengatakan, jika saat ini pihaknya masih terus melakukan proses hukum atas berbagai dugaan korupsi di tubuh Pemko P. Sidimpuan.

“Kita masih terus melakukan proses hukum atas dugaan berbagai tindak korupsi di Pemko Sidimpuan. Semoga dapat secepatnya terungkap, “terangnya.

Sedang mengenai dugaan korupsi di Dinkes P. Sidimpuan, Kasintel mengucapkan terimakasih atas laporan tersebut dan akan segera menindak lanjutinya.

Usai mendengar tanggapan Kasintel, belasan massa FPJ itu akhirnya membubarkan diri dengan tertib.

Sumber: http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=61596:walikota-sidimpuan-kembali-didesak-mundur&catid=51:umum&Itemid=31

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. SEMUA JAJARAN KABINET PEMKO MUNGKIN sudah di Dokrin dan harus berpedoman kepada lagu MAJU TAK GENTAR…. sekali lagi ITU MUNGKIN jadi para pengunjuk rasa terimalah apa adeanya karena salh masyrakat sendiri KENAPA PILH ZULKARNAEN jadi WALIKOTA,, kalo mau nanti menjelang PILKADA ungkap itu semua prestasi baik dan buruk pasangan WALIKOTA skrng.. dari sekarang kumpulkan bukti2 dan galang kekuatan.. serukan kepasda masyarakt utk memilih pemimpin yg AMANAH, kan di PSP klo mau maju PILKADA masyrkt yg mau kita ajak utk memilih si A selalu nanya SADIA HO RO aso hu pilih?? klo mau maju calon walikota pertanyaannya MADUNG TAHAN DO HEPENG MU MARmilyar-milyar??

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*