Wamen: Tor-tor Perlu Segera Diajukan ke UNESCO

Penonton menyawer penari tor-tor yang tampil diiringi gordang sambilan (gendang sembilan) di halaman Taman Budaya Sumatera Utara, Medan, Senin (18/6/2012). Pertunjukkan ini sebagai bentuk kepedulian budayawan dan seniman Sumut terhadap tor-tor dan gendang sembilan asli Mandailing yang rencanannya didaftarkan Pemerintah malaysia ke dalam seksi 67 Akta Warisan Kebangsaan 2005.

JAKARTA, KOMPAS.com–Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Windu Nuryanti mengatakan, tari Tor-tor dari Sumatera Utara perlu segera didaftar agar ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh organisasi dunia di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO).

“Saya kira kita harus segera membawa Tor-tor ke UNESCO,” kata Windu Nuryanti di Jakarta, Selasa.

Namun, untuk ditetapkan sebagai warisan budaya dunia, perlu persiapan paling tidak setahun untuk didokumentasikan dan dikirimkan pada akhir Maret, agar bisa disidangkan pada November tahun berikutnya.

“Memang cukup berat, sebelumnya setiap negara bisa mengajukan tiga budaya untuk dibahas dalam sidang UNESCO, sekarang hanya satu jadi persaingannya cukup berat,” ujar Windu.

Penetapan Tor-tor sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia oleh UNESCO perlu diupayakan agar tidak diklaim sebagai warisan budaya negara lain.

“Saya lihat ada 24 item dari 24 negara yang sudah masuk tahap final untuk dibahas di sidang UNESCO, dan tidak ada dari Malaysia,” tambah Windu.

Lebih lanjut Windu mencontoh seperti tenun Sumba yang dokumennya sudah dikirimkan tahun ini untuk dibahas pada 2013, sementara noken, tas khas dari Papua yang sudah dikirimkan dokumennya pada Maret 2011 bisa di bahas November 2012.

Menurut Windu masih banyak kebudayaan Indonesia yang sudah menunggu untuk dibahas di sidang UNESCO seperti empat tari sakral Bali, Taman Mini Indonesia Indah dan lainnya.

Baca Juga :  Gelombang Panas Sapu Jepang, Dua Orang Tewas

Sementara cukup banyak budaya maupun kuliner khas Indonesia yang perlu segera diteliti untuk didokumentasikan seperti musik dangdut dan jamu.

 

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*