Wanita Buta Huruf Tipu Tetangga Rp 115 Juta

KEFAMENANU, KOMPAS.com — Lantaran menipu dua orang tetangganya, Magdalena Ato, warga Jalan Kupang kilometer 5, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, dilaporkan ke Polres TTU. Dua warga yang melapor masing-masing Guido Oki dan Hilaria Hoar Nahak Tei. Guido ditipu Rp 89 juta dan Hilaria Rp 26,9 juta.

Modus yang digunakan Magdalena dengan investasi bodong. Pelaku meminta kedua warga ini menyetor Rp 1.250.000 dengan janji keduanya akan mendapatkan kembali uang Rp 100 juta.

“Awalnya, pada bulan Februari 2012 lalu, dia datang membawa nama salah satu bank dan menurutnya kegiatan tersebut di luar dari kegiatan bank dengan melampirkan daftar nama, nomor, sejumlah uang yang kita terima, dan kewajiban yang harus kita masukkan. Jadi, satu nomor kita tarik Rp 100.000, kemudian dari nomor yang kita tarik tersebut, kita diharuskan buka rekening Rp 150.000, kemudian kita setor lagi Rp 1 juta ke Magdalena untuk satu nomor itu sehingga total semua 1.250.000. Nanti kita dijanjikan akan mendapat Rp 100 juta,” kata Guido kepada Kompas.com di ruang LSPK Polres TTU, Senin (26/11/2012).

Guido mengaku sampai saat ini dia telah memiliki 16 rekening di bank dengan 38 nomor. “Saya percaya saja, selain karena kami bertetangga, di daftar lampiran yang dibagikan ke kami, terdapat nama keluarga dan kenalan,” beber Guido.

Baca Juga :  Kena Dua Sanksi, Ade Komarudin Diberhentikan sebagai Ketua DPR oleh MKD

Pada saat uang tersebut disetor, lanjut Guido, mereka dijanjikan akan mendapatkan Rp 100 juta satu bulan kemudian sehingga karena tergiur, Guido memperbanyak jumlah uangnya sampai Rp 89 juta yang disetorkan ke Magdalena.

“Setelah kami tunggu-tunggu, ternyata bonus yang dijanjikan tak kunjung ada. Karena itu, saya menanyakan ke Magdalena, tetapi dijawabnya dengan berbagai alasan. Bahkan, pada 24 Oktober 2012 kemarin, kami sudah sempat lapor ke polisi, tetapi saat itu Magdalena berjanji akan mengembalikan semua uang kami pada 26 November 2012 hari ini. Waktu itu sempat dibuat surat pernyataan yang bermaterai. Tadi pagi, kami tagih uangnya, tetapi dia cuek, hingga akhirnya kami laporkan dia ke polisi,” beber Guido.

Sementara itu, di tempat yang sama, Magdalena membantah dirinya menipu para tetangga itu. Magdalena mengaku dirinya juga adalah korban penipuan dari orang tidak dikenal yang ditemuinya di depan halaman bank BRI Kefamenanu. “Saya juga kena tipu Rp 16 juta dari orang yang ciri-cirinya tinggi, berkulit putih, dan memakai topi hitam (peci) dan berasal dari Jawa,” katanya.

Magdalena mengungkapkan, pria itu muncul bersama istrinya dengan membawa sebuah mobil dan bertemu dengan dirinya di depan kantor BRI. Pria itu memberinya uang Rp 30 juta dan menyuruh saya untuk menjalankan sistem ini dengan mencari anggota kelompok sebanyak-banyaknya.

Baca Juga :  Enam Pelaku Ancaman Bom Garuda Ditangkap

“Saya sudah setor semua uang anggota ke pak itu, dan setiap kali saya setor lokasinya di depan BRI. Namun, dalam beberapa bulan ini, pak itu tidak muncul lagi sehingga saya jadi bingung. Saya ini orang buta huruf, tidak tahu urus yang beginian Pak,” ujar Magdalena memelas.

Terkait hal itu, Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha mengatakan, laporan polisinya baru dibuat dan saat ini ketiganya masih diperiksa secara intensif di unit Reskrim.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*