Wanita Pemandu Karaoke Nyaris Di Perkosa

SW Br H mengadukan apa yang dialaminya ke Kantor Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Yayasan Burangir

SW Br H (20) sehari hari bekerja sebagai wanita pemandu karaoke (pangaledom, red). Tapi ia tidak terima saat ada yang semena-mena terhadapnya, apalagi orang yang nyaris memerkosanya pada Minggu (12/7) pukul 03.00 WIB lalu.

Ya, wanita muda warga Pijorkoling, Psp Tenggara ini kemarin (13/7) mengadukan apa yang dialaminya ke Kantor Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak Yayasan Burangir. Sebelumnya ia juga sudah membuat pengadukan ke Mapolres Padangsidimpuan. Laporannya pun tertuang di STPL/282/VII/2015/PSP.

Kepada Direktur Eksekutif Yayasan Burangir Fitri Lenniwati melalui Divisi Advokasi Juli Zega, SW menceritakan apa yang ia alami.

peristiwa berawal pada Minggu (12/7) sekira pukul 03.00 WIB. Ceritanya, SW dihubungi oleh pria berinisial En yang sudah cukup dikenalnya. En merupakan salah seorang dari empat pria yang sedang berkaraoke ria di sebuah kafe yang juga menyediakan tempat karaoke, berada di Jalan Baru Kota Psp.

“Saat itu saya dihubungi En dan disuruh datang ke kafe itu,” katanya.

Mendapat permintaan tersebut, SW mendatangi lokasi. Di sana, SW melihat empat pria yang salah seorang di antaranya adalah En, orang yang memintanya untuk datang.

“Pas saya sampai di ruangan karaoke itu, memang ada dua wanita yang sebelumnya juga sudah berada di dalam. Tapi begitu saya masuk, kedua cewek itu keluar. Dan hanya saya sendiri wanita bersama empat laki-laki, yang salah satunya cukup saya kenal,” ujarnya.

Terangnya lagi, karena merasa heran, ia pun menanyakan kepada para pria itu, kenapa dua cewek yang sebelumnya berada di dalam langsung keluar. En pun menjawab dan mengaku kepada SW, bahwa cewek yang datang itu tidak cocok untuk menemani mereka.

Baca Juga :  Bagi-bagi ‘Uang Minyak’, 4 Relawan Cabup Madina Diamankan - Ditemukan Rp. 2,4 Juta Dalam Tas

“Tapi karena saya anggap mereka sudah kenal, jadi saya tidak berpikir yang bukan-bukan,” katanya sambil berusaha mengingat kuat kejadian itu.

Setelah SW masuk, mereka pun kembali melanjutkan kegiatannya dengan berkaroeke ria sambil meneguk minuman yang diakuinya jenis minuman keras. Satu jam kemudian, dari menyanyi karaoke, musik pun beralih menjadi musik DJ. Dan itu atas permintaan ke-empat orang yang memanggilnya. Setelah itu, SW mengaku dicekoki minuman berakohol yang sudah disediakan sebelumnya.

“Waktu itu mereka minta diputar musik DJ. Dari situlah, sambil menikmati musik, di En mulai mengajak saya untuk berbuat begituan. Tapi langsung saya tolak dengan baik-baik.”

Entah kenapa, tiba-tiba saja En langsung memeluk SW.

“Dia juga menyuruh kawan-kawannya yang lain untuk memperkosa saya,” tambah wanita berkulit putih ini.

Lebih lanjut SW menceritakan, keempat pria yang berada di karaoke itu selanjutnya kompak mengerubutinya. Di antara mereka, ada yang memegang kedua tangan, hingga melepas celana SW. Sampai-sampai pakaian dalam yang dikenakannya juga ikut terbuka dan bajunya tersingkap. Kondisi saat itu, auratnya sudah terlihat.

“Saya coba berontak dan menjerit. Namun mereka terus mencoba memperkosa saya. Mereka terus memegangi dan melecehkan saya,” katanya sedih.

Beruntung teriakan SW itu didengar petugas kafe yang saat itu berada di luar.

Mendengar teriakan, akunya, petugas yang terdiri dari beberapa orang itu langsung membuka pintu kamar karaoke dan melihat SW sudah dalam keadaan setengah telanjang.

Baca Juga :  Polres Madina Musnahkan Ganja

“Untunglah ada petugas kafe yang mendengar dan langsung membuka room kami. Tapi waktu itu saya juga sudah keburu malu, karena mereka sempat melihat saya dalam kondisi setengah telanjang,” ujarnya sembari mengaku langsung keluar dari ruangan itu dan sempat diludahi para pelaku.

Atas perlakuan itu, ia pun tidak terima dan membuat laporan ke Polres Psp.

“Saya sudah melaporkannya ke Polres Padangsidimpuan. Saya mau kasus ini ditindaklanjuti. Biarpun saya ini cewek karaoke, tapi saya masih punya harga diri,” tukasnya.

Sementara Kanit PPA Polres Psp Ipda Maria Marpaung saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan tersebut. Maria menambahkan, pihaknya sudah meminta keterangan korban pasca pengaduan. Namun untuk kepastiannya, pihaknya masih melakukan penyelidikan.
“Iya benar, laporannya sudah kita terima, korban juga sudah kita BAP. Berkasnya juga amsih kita pelajari untuk mendudukkan perkara ini, serta pasal apa yang akan dikenakan kepada pelakunya,” ungkapnya


SS-email

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*