Wapres Tak Sudi New7Wonders Main Ancam Singkirkan Pulau Komodo

Kak Seto mungkin akan senang jika pulau asal tokoh ciptaannya, Si Komo, bisa masuk jadi 7 kejaiban dunia yang baru. Tetapi keinginan itu harus ditahan dulu karena saat ini ada konflik nasionalisme antara pemerintah dengan Yayasan New7Wonders selaku pihak penyelenggara.

“Ya sudah (lapor-red). Beliau bilang jangan mau diinjak-injak negara lain,” ujar Menbudpar Jero Wacik saat ditanya bagaimana hasil laporannya ke Wakil Presiden Boediono.

Hal tersebut dikatakannya usai menghadiri rapat paripurna di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (2/2/2011).

Bumbu nasionalime itu muncul karena Jero Wacik merasa terancam oleh ulah Yayasan New7Wonders yang mengatakan akan mencoret nominasi Pulau Komodo jika Indonesia tidak bersedia jadi tuan rumah. Padahal

jika ingin menjadi tuan rumah acara puncak New7Wonders, Indonesia harus menyetor uang US$ 45 Juta atau senilai Rp 400 miliar rupiah.

“Saya heran karena kalau Indonesia tidak mau kan ada 27 negara lain. Kita masih bisa bersaing masuk 7 besar. Mereka mengancam Indonesia, kalau tak mau jadi tuan rumah kita hilangkan komodo,” katanya.

Pulau Komodo sendiri saat ini sudah masuk 28 besar dalam nominasi New7Wonders. Soal pencabutan nominasi itu, Jero mengatakan akan ada keputusannya tanggal 7 Februari mendatang.

“Tanggal 7 nanti mereka bilang akan divonis,” jelasnya.

Jero mengaku tidak ambil pusing jika nanti kelak pulau tempat keluarga Si Komo itu tidak jadi masuk dalam 7 kejaiban dunia yang baru. Sebab dengan promosi yang sudah dilakukan selama ini, baik lewat ajang pemilihan New7Wonders atau bukan, pengunjung yang datang ke Pulau Komodo sudah naik 400 persen.

Baca Juga :  TSUNAMI JEPANG - Konfirmasi Resmi Terkini, 503 Tewas

Sementara itu, versi dari Yayasan New7Wonders justru bertolak belakang dengan pemerintah Indonesia. Yayasan yang bermarkas di Zurich, Swiss, itu menuding Kemenbudpar dianggap wanprestasi atas aspek legal formal yang harus disiapkan menjelang malam penganugerahan pada 11 November 2011 mendatang. Respons Kemenbudpar yang lamban dan diskusi yang tidak produktif telah melelahkan Yayasan New7Wonders

Presiden Yayasan New7Wonders Bernard Weber menjamin, asalkan semua permasalahan ini bisa diatasi, pencopotan Komodo dari nominasi akan dibatalkan. Komodo pun bisa tetap menjadi finalis menuju puncak penghargaan di mana akan dipilih 7 keajaiban alam terbaik di planet Bumi. (detik.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. daripada setor Rp. 400 milliar u/ jadi panitia, mending Rp. 400 milliar itu dibuat u/ pengembangan wisata atau menambah prasarana wisata di Indonesia ini….

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*