Warga Aek Badak Sayur Matinggi Tapsel ‘Sandera’ Puluhan Taksi L300

Puluhan angkutan jenis L300 yang melintas di Jalinsum Psp-Panyabungan ‘disandera’ warga Desa Aek Badak, Kecamatan Sayurmatinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat (2/5). (Budi lubis/Metro Tabagsel)

TAPSEL – Ratusan warga Desa Aek Badak Jae, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapsel memblokir Jalinsum Psp-Panyabungan dan menyandera puluhan Taksi L300 (angkutan luar kota) yang lewat, Jumat (2/5).

Aksi itu dilakukan warga untuk mencari pelaku yang melakukan tabrak lari warga Desa Aek Badak Jae di Jalan Psp-Madina di Desa Sipange Kecamayan Sayur Matinggi pada tanggal 12 April lalu.

Aksi mulai sekira pukul 14.00 WIB. Mereka menghadang dan ‘menyandera’ seluruh angkutan jenis L300. Ini merupakan buntut kekecewaan warga atas kasus tabrak lari yang menyebabkan meninggalnya seorang remaja putri warga Desa Aek Badak. Tabrak lari itu terjadi di Desa Sipange sekitar tiga pekan lalu. Menurut saksi mata, kenderaan yang menabrak korban itu adalah angkutan jenis L300.

Warga sudah menyerahkan penanganan kasusnya ke Polres Tapsel. Tapi karena kenderaan dan sopir L300 belum ditemukan, warga pun bertindak sendiri dengan menghadang dan ‘menyandera’ seluruh angkutan jenis L300. Hingga kini belum ada pihak yang mau bertanggungjawab.

Pantauan Metro, aksi blokir dan ‘sandera” seluruh angkutan umum jenis L300 itu terus berlangsung hingga pukul 19:30 WIB. Sekitar 37 kenderaan ‘sandera’ warga di lapangan belakang pemukiman penduduk.

Baca Juga :  Padang Lawas Institute : Bupati Harus Segera Copot Kaban Bappeda Palas

Tidak peduli merek dan jurusannya, semua angkutan jenis L300 yang melintas pasti dihadang dan diarahkan ke lapangan tempat dikumpulkannya kenderaan yang ‘disandera’.

Masih pantauan di lapangan, sejumlah kenderaan jenis L300 yang datang dari arah Psp terpaksa berhenti di depan Pasar Sayurmatinggi. Sedangkan yang datang dari arah Panyabungan, berhenti di dekat gapura batas Tapsel-Madina.

Belasan personil Polres Tapsel dipimpin Kasat Lantas, AKP Abdi Adbullah SH, bersama Kapolsek Batang Angkola Iptu Yuswanto sudah berusaha melakukan pendekatan dengan warga. Namun hingga Maghrib, aksi warga masih terus berlangsung.

Hingga berita ini dikirimkan, aksi blokir Jalinsum sudah bubar. Namun seratusan warga masih berjaga di pinggir Jalinsum. Mereka tetap menghadang dan ‘menyandera’ seluruh angkutan jenis L300. (bls)

(Metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

2 Komentar

  1. On ma goarna karejo ni narittik. Biado carana mamboto pellaku nai? Mangganggu halak karejo sajo,

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*