Warga Aek Badak Sayurmatinggi Butuh Jembatan Gantung

TAPANULI SELATAN– Pascatewasnya seorang warga Desa Aek Badak Julu, Kecamatan Sayurmatinggi, Tapsel, Bupati Syahrul M Pasaribu diminta segera membangun jembatan gantung sebagai sarana penyeberangan Sungai Batang Angkola.

Aliran Sungai Batang Angkola khususnya di Desa Aek Badak Julu terlihat memang sudah bergeser puluhan meter dari jalur lama.Perubahan alur sungai itu sudah menghabisi puluhan hektare lahan perkebunan masyarakat. Saat hujan, ketingian air sungai naik,bahkan tidak jarang airnya meluap hingga menggenangi sawah dan perkebunan penduduk hingga sama sekali tidak bisa dilewati.

Sejumlah kebun penduduk tampak mengalami abrasi akibat terjangan air sungai.Untuk menghindari abrasi tersebut diperlukan pemasangan bronjong atau pemindahan aliran sungai ke jalur lama. “Kami membutuhkan jembatan gantung dan beronjong, karena kami takut untuk menyeberangi sungai,”ujar B Nainggolan, seorang warga desa setempat.

Menurutnya, panjang jembatan yang dibutuhkan kurang lebih 300 meter.Dikatakannya, masyarakat setiap hari harus menyeberangi sungai untuk mencari nafkah di sawah dan kebun dengan terlebih dahulu menyeberangi sungai. Namun selama ini warga memang mengalami kesulitan untuk melintasinya apabila debit air sungai sedang naik. Bupati Tapsel,Syahrul M Pasaribu mengungkapkan, Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Angkola ini sudah masuk tanggungjawab Dinas Pengairan Pemprov Sumatera Utara dan Balai Pengairan Pusat.

Namun menurutnya,Pemkab Tapsel akan berusaha mengatasinya dan merencanakan pembangunan jembatan gantung sebagaimana permintaa warga. “Mengenai pembiayaan akan kita koordinasikan di tingkat daerah maupun ke pemerintah atasan,”ujarnya. Ketua DPRD Tapsel Rahmat Nasution menyebut,pihaknya selalu siap untuk mendukung pembangunan lewat politik anggaran yang dibutuhkan pemerintah daerah.

Baca Juga :  Madina Institute Lestarikan Budaya Mandailing

“Asalkan demi kesejahteraan rakyat,kami selalu dukung,” tegasnya sembari menyebut permintaan jembatan gantung sepanjang 300 meter sudah sepadan dengan lahan pertanian warga yang luasnya mencapai 3.000 hektare.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kalau bisa bangun Jembatan, kenapa harus Jembatan Gantung…. Sebaiknya yang diminta itu Bangun Jembatan Permanen dengan lebar yang memadai dan jangan asal jadi…… tapi Jembatan yang bermutu untuk jangka panjang…

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*