Warga Huragi Senang Jalan Desa Sudah Bagus

Selesai Dikerjakan Didampingi Sekdes Afner Hasibuan dan masyarakat setempat, Kades Huragi, Marwan Hasibuan diambil gambar di atas jalan rabat beton yang baru selesai dikerjakan dari alokasi dana desa. Masyarakat merasa senang dngan diperbaikinya jalan desa itu. (medanbisnis/maulana syafii)

Palas. Sejumlah warga di Desa Huragi Kecamatan Huragi Kabupaten Palas, mengaku merasa senang. Pasalnya, jalan desa mereka yang semula berkonstruksi jalan tanah, kini sudah berubah menjadi jalan rabat beton. Tentu saja, saat ini warga tidak lagi khawatir karena becek atau lumpur yang menggenangi jalan desa tersebut, di saat hujan turun. Asnan Nasution, satu warga di desa ini kepada MedanBisnis, Senin (2/11) menyebutkan pihaknya berterimakasih kondisi jalan di desanya semula becek dan berlumpur saat hujan turun. “Kini tidak ada lagi, karena jalannya sudah dirabat beton, lewat program dana desa dari pemerintah,” katanya.

“Bisa dilihat sendiri, rabat betonnya cukup tebal dan saya lihat pengerjaannya juga baik dan bagus. Tentu saja, kami warga masyarakat disini senang karena jalannya bisa bermanfaat bagi masyarakat. Terutama saat hujan turun,jalannya tidak lagi becek dan berlumpur,” tambahnya.

Tapi, katanya, satu hal lagi yang perlu diperhatikan pemerintah, tepat di simpang jalan desa inu, masih ada tiang listrik PLN yang dirasa mengganggu pengguna jalan ini. Soalnya, pada simpang jalan yang selebar 4 meter itu, selebar sekitar 1 meter, badan jalannya tidak bisa digunakan karena ada tiang PLN.

Didampingi Sekretaris Desa, Afner Hasibuan dan Ketua BPD Syahdan Hasibuan, Kepala Desa Huragi Marwan Hasibuan kepada MedanBisnis mengatakan, dari total dana desa yang akan diterima di desanya, yakni sebesar Rp 264 jutaan, sesuai RAB-nya dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan jalan desa rabat beton sepanjang 380 meter, lebarnya 3 meter dan tebalnya 25 cm.

Baca Juga :  Trayek Tumpang Tindih, Angkot Lin 01 Padangsidimpuan Mogok

“Dana tahap awal sebanyak 40% atau sebesar Rp. 105 jutaan sudah diterima dan sudah digunakan untuk pembuatan jalan rabat beton sepanjang 152 meter.
Kondisinya sudah rampung 90% dan akan dilanjutkan pengerjaannya setelah turun dana tahap berikutnya. Kami, tengah susun berkas SPJ-nya,” kata Marwan.

Dikatakannya, sesuai hasil musyawarah di desa, selain akan menyelesaikan pembuatan jalan rabat beton sepanjang 380 meter lewat dana desa, secara swadaya masyarakat di desa ini akan membuat jalan rabat beton juga sepanjang 62 meter.

“Jadi, total panjang jalan yang dirabat beton di desa ini sepanjang 442 meter. 380 meter dari dana desa dan 62 meter lagi dari dana swadaya masyarakat. Ada juga yang masyarakat yang bantu material,” kata Marwan.

Ditambahkan Afner, prioritas pemerintahan desanya menggunakan dana desa untuk perbaikan jalan desa rabat beton, karena jalan ini merupakan jalan penghubung alternatif menuju ke Desa Ujung Batu 3, karena jalan porosnya kini cukup buruk kondisinya, selain juga tanjakan jalannya yang cukup curam dan banyak kerikil.

“Jalan rabat beton ini juga menuju lokasi pemakaman umum, setelah jalannya dirabat beton, masyarakat sudan berencana untuk membuat keranda jenazah beroda, agar disaat mengantar jenazah ke pemakaman tidak lagi dipikul. Seperti yang selama ini dirasakan masyarakat, dirasa masih sulit,” katanya.

Dikatakan, jalan tersebut merupakan jalan lintasan bagi anak sekolah. Masyarakat desa juga menggunakan jalan ini untuk menuju ke lokasi kebun dan perladangan mereka. “Jadi, benar dong, bila akses jalan rabat beton sangat dinanti pembangunannya oleh masyarakat desa kita,” katanya.

Baca Juga :  Hasil Labkes Provsu Belum Keluar - Paluta Masih KLB Diare

Baik Marwan maupun Afner, keduanya berharap, kiranya program dana desa ini dapat berkelanjutan untuk tahapan selanjutnya. Mengingat, masih banyak program pembangunan yang dinanti dan ditunggu warga desa, tentunya dengan melibatkan peran serta dan partisipasi aktif masyarakat desa dalam membangun desanya sendiri.


MedanBisnis – (maulana syafii)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*