Warga Indonesia di Singapura Galang Dana

Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia Singapura menggalang dana bantuan untuk korban bencana alam di Indonesia. Dana yang terkumpul rencananya akan digunakan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi.

Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Indonesia Singapura (FKMIS) Johnny Harjantho di Singapura, Sabtu (6/11/2010), menyatakan, malam penggalangan dana dan doa bersama untuk korban bencana digelar di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Singapura, Kamis (4/11/2010).

Dana yang terkumpul malam itu, menurut Johnny sejumlah 8.000 dollar Singapura. Di luar itu, banyak masyarakat serta pengusaha yang memberikan bantuan melalui nomor rekening khusus yang telah ditentukan. Sampai dengan Sabtu, total dana yang terkumpul senilai 19.000 dollar Singapura.

“Kami menargetkan, dana yang terkumpul bisa mencapai 40.000 dollar Singapura. Saya yakin bisa lebih dari itu karena masih banyak masyarakat Indonesia yang akan menyumbang. Bahkan ada juga pengusaha Singapura yang mau menyumbang,” kata Johnny.

FKMIS adalah payung berbagai organisasi masyarakat Indonesia di Singapura. Saat ini anggotanya berjumlah 15 organisasi. Di antaranya adalah organisasi pelaut, pelajar, dan profesional.

Rencananya, dana yang terkumpul akan digunakan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi. Kemungkinan adalah membangun salah satu infrastruktur yang rusak.

Sampai saat ini, FKMIS belum menentukan ke mana bantuan akan diberikan. Hal yang pasti, dari tiga lokasi bencana, yakni Merapi, Mentawai, dan Wasior, bantuan akan diarahkan ke satu daerah saja.

Baca Juga :  Kemenag Siapkan RUU Perlindungan Umat Beragama

Berdasarkan data KBRI untuk Singapura, masyarakat Indonesia di Singapura sekitar 160.000 orang. Terbanyak adalah pembantu rumah tangga, sekitar 86.000 orang. Lainnya antara lain tenaga profesional sebanyak 16.000 orang, pelaut sebanyak 13.500 orang, serta pelajar dan mahasiswa sebanyak 21.000 orang.(*) (tribunnews.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*