Warga keluhkan mahalnya Akta Kelahiran

P.SIDIMPUAN – Warga kabupaten Padang Lawas (Palas) mengeluh besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengurus penerbitan akta kelahiran. Untuk satu akta kelahiran saja harus mengeluarkan biaya mencapai Rp2 juta.

“Kami sangat patuh terhadap aturan kependudukan. Tapi masalahnya, untuk mengurus penerbitan satu akta kelahiran saja mencapai Rp2 juta,” kata Mardia, warga kecamatan Hutaraja Tinggi kabupaten Palas, saat mengurus akta penerbitan akta kelahiran di Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, hari ini.

Mardia memaparkan, kalu Rp2 juta paling banyak dikeluarkan untuk penetapan Pengadilan Negeri Padangsidimpuan, sebagai salah satu syarat penerbitan akta kelahiran. Dai merincikan pengeluaran mengurus Penetapan Pengadilan Negeri dari Hutaraja ke Padangsidimpuan. Ongkos dari kampungnya ke Stasiun Batunadua Rp50ribu. Naik beca Rp15 ribu, biaya sekali makan Rp20 ribu, dan totalnya Rp85 ribu. Jika pulang pergi menjadi Rp170 ribu.

Belum lagi kewajiban berupa uang panggilan sidang Rp220 ribu yang disetor ke BRI, biaya administrasi Rp69ribu, materai lima lembar Rp30 ribu, totalnya Rp319 ribu. “untuk sidang, kita harus bawa dua saksi. Otomatis ongkos dan biaya makan kami Rp170 ribu x 3 orang jadi Rp510. Itupun kalu sidangnya sekali saja. Kita harus datang lagi mengembalikan surat penetapan itu ke sidimpuan dan pengeluaran tambah lagi Rp170,” katanya

Sehingga diperkirakan Rp1.169 ribu bagi warga yang dekat dengan pinggir jalan, lain lagi dengan yang tinggal di pedalaman seperti perkebunan. Usai menerima penetapan pengadilan, mereka mengurus penertiban akta kelahiran ke Dinas Kependudukan dan Cacatan sipil disibuhuan. Sehingga untuk akta kelahiran saja warga harus menyiapkan uang Rp2 juta.

Baca Juga :  Cabai Merah Rp. 10.000 per Kg Di Sakumpal Bonang

“Saya tidak tahu kenapa pendaftaran dan sidangnya harus ke Padangsidimpuan bukan di Palas. Padahal di Sibuhuan ada kantor cabang Pengadilan Negeri Sidimpuan, jika sidangnya disana, biaya keluarannya berkurang,” kata Mardia.

Ketua PN Padang Sidimpuan, Syahlan dikonfirmasi melalui Hakim Humas, Wahyudinsyah Panjaitan membenarkan pendaftaran dan sidang untuk penerbitan Penetapan Pengadilan sebagai syarat wajib membuat Akta Kelahiran masih di Padang Sidimpuan.

“Memang benar di Sibuhuan ada kantor cabang pengadilan yang sidangnya digelar sekali seminggu. Tapi jadwal sidang perkara pidana dan pidana saja sangat padat, butuh waktu seharian penuh. Untuk sidang penerbitan akta kelahiran, kita sudah tidak ada waktu lagi dan harus diluangkan waktu khusus di luar jadwal yang ada,” kata Wahyudinsyah.

waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*