Warga Manegen Siap Biayai Korban Peluru Nyasar

DIRAWAT: Korban peluru nyasar petugas Polresta Padangsidimpuan Jamaluddin Pane saat mendapat perawatan di RSUD Padangsidimpuan. (harian SINDO)

Masyarakat Desa Manegen, Kota Padangsidimpuan, dan Kelurahan Hutatonga, Kabupaten Tapanuli Selatan, dan sejumlah desa tetangga, siap menanggung biaya perobatan Jamaluddin Pane, 16, korban peluru nyasar polisi pada bentrok Sabtu (13/11).

“Masyarakat siap membiayai perobatannya jika pihak kepolisian menyatakan tidak bertanggungjawab atas kejadian tersebut. Yang jelas kita semua tetap menolak pembangunan bendungan air baku di daerah ini,” kata Pangadilan Nasution, salah seorang tokoh masyarakat Desa Manegen.

Hal ini diungkapkan Nasution menanggapi pernyataan Wakapolres Padangsidimpuan, Kompol Maradolok Siregar, yang mengatakan pihaknya tidak bertanggungjawab atas Jamaluddin Pane.

Saat itu, Maradolok Siregar mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa bertanggungjawab, karena korban mencoba untuk menganiaya petugas kepolisian yang sedang bertugas.

Siregar mengatakan, saat kejadian korban bersama ratusan orang coba mengepung personil kepolisian, sehingga keselamatan polisi yang bertugas terancam.

“Jika tidak terancam, tak mungkin personil kita mengeluarkan tembakan,” ujarnya.

Terpisah, Jamaluddin Pane yang ditemui di RSUD Padangsidimpuan  menyebutkan, pada malam itu dia bersama beberapa orang temannya baru pulang malam mingguan.

Karena melihat ada kelompok massa , mereka berhenti dan mendekat. “Tiba-tiba saya dengar suara letusan senjata api, dan tanpa saya sadari salah satu peluru menembus kaki saya,”ceritanya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Proyek Peningkatan Jalan Desa Marenu Aek Gotti Berbiaya Milyaran Rupiah Hancur Bak Roti

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*