Warga Minta Pembangunan Deck di Badan Sungai Dihentikan

Warga aliran sungai Bt Ayumi di kawasan Jalan Imam Bonjol Kelurahan Sihitang Kota Padangsidimpuan, meminta agar pembangunan deck water boom yang memakan lebih dari setengah badan sungai dihentikan.

“Jika tidak segera dihentikan, dikhawatirkan terjadi erosi karena hantaman arus sungai,” ujar Ali Lubis (38) warga setempat kepada Analisa, Jumat (15/7). Dikatakan, kondisi aliran sungai yang berada tepat di bawah jembatan Sihitang itu cukup membahayakan, karena lebih dari setengah badan sungai ditimbun.

“Lebar badan sungai tinggal seperempat lagi, karena sudah ditimbun. Saat ini, juga sudah dimulai pengecoran pembangunan deck water boom itu, ” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Regen (30) yang menilai pembangunan deck water boom tersebut akan membuat lahan masyarakat sekitar terancam terkikis arus sungai.

“Aliran sungai tentunya akan berpindah ke lahan masyarakat, karena arus air akan mengumpul dan melebar, “ungkapnya.

Diharapkan, Pemerintah Kota dan DPRD Kota P. Sidimpuan segera bertindak tegas menghentikan pembangunan tersebut sebelum masyarakat menjadi korban.

Menyalahi

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat (FD) Kota P. Sidimpuan H. Khoiruddin Nasution SE mengecam penimbunan dan pembangunan deck di badan sungai BT Ayumi Sihitang.

“Tindakan penimbunan dan pembangunan deck itu telah menyalahi dan harus segera dihentikan,” imbuhnya.

Dijelaskan, jika merujuk pada aturan, pembangunan di Daerah Aliran Sungai (DAS) hanya boleh dilakukan 10 meter dari bantaran sungai, selebihnya tidak ditolelir karena selain mengakibatkan erosi juga akan merusak eksositem sekitar.

Baca Juga :  Alamak...!, Gara - Gara Ikut Pilkades, Pria Ini Dicoret Dari Warga Desa

“Ini jelas-jelas telah memakan badan sungai. Maka tidak ada alasan, pembangunan ini harus dihentikan karena bukan hanya lahan warga yang terancam, namun juga pondasi jembatan yang berada di hulu sungai, ” tegasnya.

Ditambahkan, informasi yang diterimanya dari Dinas PU dan Bapeldalda Pemko P. Sidimpuan, pembangunan water boom itu hanya memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB), sedangkan pemanfaatan sungai tidak ada.

“Jelasnya, IMB nya sudah disalahgunakan karena bangunan memakan lebih setengah dari badan sungai,” terangnya. Lebih lanjut Koir mengatakan, pihaknya akan secepatnya membawa masalah ini kerapat-rapat Komisi DPRD Kota P. Sidimpuan.

“Saya akan mendesak agar para pihak yang terlibat dalam pembangunan itu dipanggil ke DPRD, guna mengetahui dasar dan alasan melakukan pembangunan di badan sungai,” katanya sembari mendesak walikota untuk segera mengeluarkan ultimatum pembangunan tersebut. (hih)

analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*