Warga Muara Upu Minta DPRD TAPSEL Selesaikan Sengketa Tanah

Sabtu, 30 Januari 2010 – www.metrosiantar.com

Massa sambil menunggu perwakilannya menyampaikan aspirasi kepada anggota dewan, makan siang di halaman kantor DPRD Tapsel

TAPSEL-METRO; Sekitar 60-an masyarakat Desa Muara Upu, Kecamatan Muara Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) datang dengan diangkut dua unit Colt Diesel melakukan unjuk rasa damai di kantor DPRD Tapsel, Kamis (28/1) sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka meminta anggota dewan untuk memfasilitasi permasalahan tanah masyarakat yang diduga di serobot oleh Koperasi Makati Karya yang dipimpin Al Hasim Lubis dan dua saudaranya yang lain.

Massa yang terdiri dari ibu-ibu yang membawa anaknya dan kaum bapak dengan koordinator aksi, Menek Harahap dan koordinator lapangan (korlap) Erijon Damanik ini sekitar lima menit lamanya melakukan orasi di halaman kantor DPRD Tapsel dengan pengawalan ketat dari Polresta Psp dan Polres Tapsel.

Setelah dilakukan negoisasi, beberapa perwakilan masyarakat, antara lain Erijon Damanik, Hendrawan, Naimin, Masliana, Yusri Rambe, Zulikhwan Situmorang, dan Kasmir Siregar dipersilahkan masuk untuk menemui anggota DPRD Tapsel di ruangan Ketua DPRD Tapsel.

Perwakilan massa ini diterima oleh beberapa anggota dewan seperti, Fajaruddin Tanjung, Lalilatul Zam-Zam, Baginda Pulungan, Armansyah, Sawal Pane, Mangapul Situmorang, Robinton Simanjuntak, Suyatmo, Dalkot Batubara, dan Haris Yani Tambunan.

Dalam pertemuan itu, perwakilan massa, Erijin Damanik memohon kepada DPRD Tapsel untuk membantu mereka dalam membela hak-hak masyarakat, karena keberadaan Basrah Lubis sebagai Seketaris Koperasi Makati Karya telah merampas atau merambah tanah adat seperti lahan di tepi pantai sekitar 200 meter dari pantai arah ke timur.

Baca Juga :  Kemiskinan Terus Mengancam Balita

“Keberadaan Basrah Lubis sangat meresahkan dan mengintimidasi warga, membongkar jembatan jalan umum sera memindahkannya, dan memasang portal atau palang sehingga kami masyarakat yang keluar masuk desa wajib lapor. Kami berharap agar portal tersebut dibuka, karena sangat menggangu warga Muara Upu. Dan kami memohon segala perizinan Koperasi Makati Karya dengan kepengurusan Ketua Ali Hasim Lubis, Sekretaris, Basrah Lubis dan Bendahara, H Imran Lubis dapat ditinjau kembali karena diduga lahan yang dikelola mengatasnamakan masyarakat Muara Upu dan kepengurusannya juga direkayasa dan monopoli. Untuk itu kami memohon kepada anggota dewan agar membantu kami,” harapnya.

Sementara itu, Yusri Rambe dan Zulikhwan Situmorang berharap agar kiranya anggota dewan membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh masyarakat Desa Muara Upu.

Ketua Fraksi Pembaharuan Daerah, Fajaruddin Tanjung dalam kesempatan tersebut mengatakan kepada masyarakat untuk tidak dengan begitu mudahnya menjual tanah kepada orang lain, dan meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan bukti-bukti yang kuat dan otentik terkait lahan yang diduga diserobot oleh Basrah Lubis seperti yang dikatakan oleh masyarakat.

“Kami para anggota dewan selalu berada di belakangan masyarakat. Untuk itu agar kita bisa membantu dan mempertanyakannya kepada pihak terkait, maka kami meminta kepada masyarakat untuk menyerahkan bukti terkait lahan yang diduga diserobot tersebut agar kami di dewan mempunyai pegangan,” ujarnya.

Sementara itu Armansyah Nasution dan Suyatmo menambahkan kepada masyarakat untuk menyerahkan bukti dukungan dan akan dirapatkan dalam wadah yang lebih besar di DPRD Tapsel dan akan dilakukan dengar pendapat dengan pihak terkait dan nantinya akan membentuk panitia khusus (pansus) terkait permasalahan tersebut.

Baca Juga :  Wisuda 337 Mahasiswa UMTS: Sarjana harus Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

“Masyarakat harus menyerahkan data dan bukti-bukti yang kuat tentang keabsahan lahan yang diduga oleh Basrah Lubis cs,” ujar dua anggota dewan ini.

Masyarakat Desa Muara Upu berjanji akan menyerahkan data yang diminta oleh para anggota dewan ini seminggu lagi. Usai mendengar jawaban dari anggota dewan, masyarakat Desa Muara Upu pulang dengan tertib diangkut dua unit truk Colt Diesel dan di kawal ketat oleh petugas keamanan. (phn)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*