Warga Naga Juang Demo Ke Kantor DPRD-Bupati Madina

Ratusan masyarakat Naga Juang berdemontrasi kekantor DPRD Dan Kantor Bupati Kabupaten Mandailing Natal, menuntut keberadaan PT Sorik Mas Mining yang telah beroperasi selama 11 tahun di Kabupaten Mandailing Natal Di Kecamatan Naga Juang Senin (22/11).

Dalam orasi yang di lakukan masyarakat Naga Juang untuk meminta tindak lanjut surat kami No.02/FMN.TT/X/2010 yang telah ditujukan kepada bapak Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Oktober 2010, Agar izin kontrak karya PT Sorik Mas Mining di tinjau ulang di wilayah kabupaten Mandailing Natal (kecamatan Naga Juang dan sekitarnya), kami Masyarakat Naga Juang menolak segala bentuk kegiatan yang telah di lakukan PT Sorik Mas Mining di wilayah Naga Juang.

Masih pernyataan sikap Masyarakat Naga Juang penolakan harga mati tambang, Kami Masyarakat Naga Juang meninta kepada Pj Bupati Madina, DPRD Madina dan Instansi terkait agar dapat memperjuangkan aspirasi penolakan terhadap PT Sorik Mas Mining, apabila tidak ada penyelesaian maka kami akan turun langsung ke lapangan untuk menduduki PT SMM agar keluar dari Bumi Mandailing Natal, kami masyarakat Naga Juang akan menutup Askses jalan PT SMM di wilayah Naga Juang tanggal 1 Desember 2010 apa bila tidak ada penyelesaian dari bapak Bupatidan DPRD Madina.

Setelah masyarakat Naga Juang membacakan orasi di depan kantor DPRD Madina, ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay  di ikuti dengan anggota DPRD lainnya keluar dari kantor DPRD Madina untuk berjumpa langsung dengan masyarakat Naga Juang yang telah menuntut keberadaan PT Sorik Mas Mining yang telah beroperasi di Kecamatan Naga Juang selama 11 tahun belum ada mamfaat bagi masyarakat Naga Juang.

Baca Juga :  Karena Pungli Supir Resah Melintas Di Prapatan Jalan Baru Padangsidimpuan

Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay menyampaikan kepada masyarakat Naga Juang bahwa DPRD Madina setuju untuk menghentikan izin kontra PT Sorik Mas Mining yang telah beroperasi selama 11 tahun di Bumi Madina ini.

Tambah Imran Khaitami mengharapkan masyarakat Naga Juang sefortip untuk melakukan berdemontrasi di wilayah perkantoran Paya Loting agar tidak ada korban jiwa dalam melakukan demo.

Lanjut Imran Khaitami, kita harus melakukan rapat di aula Kantor DPRD dengan perwakilan masyarakat Naga Juang agar tuntutan tersebut bisa kami proses.

Hasil rapat yang telah di lakukan DPRD Madina dengan masyarakat Naga Juang, DPRD akan mengadakan pembentukan Tim Pansus untuk pembahasan keberadaan PT sorik Mas Mining yang telah beroperasi selama 11 tahun belum ada mamfaat bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal.

Ahmad Huzein Nasution Ketua DPRD dari Komisi III mengatakan kita dari DPRD madina segera melakukan yang terbaik bagi masyarakat Kabupaten Mandailing Natal terutama kecamatan naga juang, keberadaan PT SMM telah mengganggu kenyamanan di kecamatan Naga Juang. Kata Huzein.

Iskandar Hasibuan anggota DPRD Madina dari Komisi IV mengatakan semenjak bapak dan ibu belum meributkan keberadaan PT SMM saya sudah keberatan dalam izin kontrak PT SMM, terkait saya tidak ada kaitan tentang PT SMM saya tidak banyak bisa berbuat untuk menghentikan kontrak izin PT SMM, lanjut Iskandar di harapkan kepada Ketua DPRD madina agar melakukan pembuatan Tim Pansus dalam bidang tambang di kabupaten Mandailing Natal. Katanya.

Baca Juga :  AR Martabe Mulai Bergeser ke Tapteng Warga Resah

Masyarakat Naga juang melangsungkan berdemontrasi ke kantor Bupati Madina untuk menghentikan izin kontrak PT SMM yang telah beroperasi di kecamatan Naga Juang, masyarakat naga juang tidak mendapatkan hasil di kantor Bupati Madina karna PJ Bupati Madina tidak ada di kantor. Salah satu masyarakat naga juang mengatakan bahwa PJ Bupati Madina tidak mau berjumpa dengan Masyarakat Naga Juang atau Bupati tutup mata terhadap PT SMM, katanya. (mag) (beritasore.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*