Warga Naga Juang Madina Kembali Blokir Jalinsum

Photo: M Saima Putra

Panyabungan, Ratusan masyarakat Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, kembali memblokir Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Desa Jambur Padang Matinggi, Kecamatan Panyabungan Utara, Senin (08/04/2013). Warga kecewa terhadap pemerintah dan DPRD Madina yang menunda Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas persoalan PT Sorikmas Mining.

Masyarakat memblokir jalan sejak pukul 16.30 WIB dengan duduk dan membentangkan kayu besar di badan jalan. Akibatnya, arus lalulintas menuju Provinsi Sumatera Barat dan sebaliknya, macat total.

Hoslan warga Naga Juang yang dikonfirmasi wartawan di lokasi mengatakan, aksi ini dilakukan karena warga merasa kecewa dengan penundaan RDP yang sudah dijadwalkan pada 5 April lalu.

Masyarakat menilai, penundaan dilakukan secara sepihak karena yang membuat surat penundaan bukan yang ikut pertemuan pada 1 April lalu. “Tanggal 5 April kita sudah mendatangi Gedung DPRD Madina untuk mempertanyakan apalasan pembatalan RDP. Tapi tak satu pun yang bisa memberikan keterangan,” paparnya.

Ketika itu warga juga berusaha menjumpai Wakil Ketua DPRD Madina Syafaruddin Ansari yang menandatangani surat penundaan untuk dimintai penjelasan. Tapi tidak bisa dijumpai. Padahal di DPRD ada Sekwan yang mengerti administrasi tapi kenapa harus wakil Ketua yang mengeluarkan surat. Oleh karena itu masyarakat mempertanyakan ada apa di balik ini semua. Makanya masyarakat kembali melakukan pemblokiran Jalinsum.

Baca Juga :  6 Peserta Seleksi 2009 Tuntut Diangkat jadi CPNS

Akibat penundaan itu, masyarakat curiga ada permainan oknum. Terkait pertemuan 4 April dengan muspida plus, itu bukan yang diharapkan masyarakat. Warga hanya menghadiri di sana. Yang dibutuhkan masyarakat adalah kepastian RDP yang dijadwalkan pada 5 April.

Lanjut Hoslan, masyarakat meminta persoalan ini secepatnya dituntaskan. Kalau begini dilakukan dengan menunda tanpa jadwal pasti dari DPRD, persoalan ini tidak akan tuntas. Masyarakat pun akan terus berontak menuntut agar PT SM hengkang dari Sihayo Sambung.

Ketua DPRD Madina As Imran Khaitamy Daulay SH yang dikonfirmasi wartawan terkait pemblokiran Jalinsum yang dilakukan masyarakat Naga Juang mengaku memahami kegundahan masyarakat akibat penundaan RDP pada 5 April lalu.

“Saya jelaskan bahwa penudaan itu bukan datang dari saya, dan tidak ada koordinasi secara institusional kepada saya. Untuk solusinya, tadi saya sudah kembali mengundang delegasi masyarakat, muspida, ketua fraksi, ketua komisi supaya hadir besok untuk RDP,” ujarnya.

Sekwan juga sudah ditelepon agar menyiapkan undagaan serta disebar secepatnya agar besok tidak ada lagi alasan tidak diundang. “Besok saya akan tawarkan satu langkah sistematis agar terjadi renegosiasi kontrak karya PT SM,” sebutnya. (BS-026)

Sumber: (beritasumut.com) –

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Harga Karet di Madina Tembus Rp 11.000 per Kg

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*