Warga Palas Keluhkan Pemadaman Listrik

Warga masyarakat yang bermukim diwilayah Kabupaten Padang Lawas (Palas) keluhkan terjadinya pemadaman listrik berulang- ulang selama bulan Ramadan, sehingga mengganggu aktivitas beribadah umat muslim.

Ramadan Siregar (30) warga Desa Ujung Baru Sosa mengungkapkan, semestinya PLN Ranting Sibuhuan dengan lingkup wilayah kerja mencakup sembilan kecamatan, lebih meningkatkan kesiagaan dalam mengantisipasi jangan sampai terjadi pemadaman listrik selama bulan Ramadan ini.

“Sudah hampir tiga kali pemadaman listrik dalam sepekan ini, dengan adanya pemadaman tiga kali dalam sepekan ini, semestinya sudah bisa diambil kebijakan untuk mengantisipasinya,” tegasnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, soal padamnya listrik sudah menjadi hal biasa, namun yang disayangkannya komitmen PLN untuk tidak menggelar pemadaman selama bulan Ramadan.

“Soal padamnya listrik sudah hal biasa, namun kalau terjadi pemadaman listrik apalagi bulan puasa seperti ini, seharusnya pihak PLN Ranting Sibuhuan mengumumkannya atau menyebarkan informasi tentang adanya gangguan listrik,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan, Indah Harahap. Dia mengaku sangat kesal dengan terjadi pemadaman listrik dibulan puasa ini. Bahkan, katanya menambahkan, listrik padam tak beraturan padahal pihak PLN melansir pemberitaan disejumlah media cetak, selama bulan Ramadan berjanji tidak ada pemadaman listrik di wilayah Sumbagut.

Menyikapi keluhan masyarakat itu, Manager PLN (Persero) Ranting Sibuhuan Eka menjelaskan, kalau terjadinya pemadaman disebabkan adanya gangguan pada gardu pembangkit yang ada di Gunung Tua.

Baca Juga :  Ungkap Tuntas Tambang Emas Ilegal

Sumber: http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&view=article&id=43814:warga-palas-keluhkan-pemadaman-listrik-&catid=32:sumut-dan-aceh&Itemid=58

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*