Warga Paluta Dambakan Provinsi Sumteng

Paluta, Warga Padang Lawas Utara mendambakan pemekaran Provinsi Sumteng segera terwujud. Hal itu terbukti dengan antusiasnya warga Paluta yang ingin menanyakan seputar proses pemekaran baik itu dari media cetak maupun media elektronik.

Zulkifli Dongoran  SE (42), warga Desa Rokkare, Kecamatan Dolok, Kabupaten Paluta sangat mengimpikan pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara (Sumteng) segera terlaksana, sebab dengan mekarnya wilayah Tabagsel menjadi provinsi maka akan mempercepat pembangunan.

“Wacana pemekaran itu kan sudah lama ada. Sebagai putra asli Paluta, saya sangat mendambakan pemekaran itu terjadi dan jangan diperlambat,” ujar Zulkifli, Minggu (8/6).

Menurut info yang ia ketahui dari berbagai sumber terdiri dari Kabupaten Madina, Kota Padangsidimpuan, Tapsel, Palas dan Paluta atau eks Tabagsel terdahulu memang pantas dimekarkan demi percepatan pembangunan.

Ketika ditanya masalah letak Ibukota Provinsi Sumteng, ia mengatakan tidak begitu mempersoalkannya sebab baginya pemekaran Provinsi Sumteng yang harus diutamakan sebab ini adalah aspirasi masyarakat Tabagsel.

Senada dikatakan, Baginda Kaliudin Siregar tokoh masyarakat Desa Sidingkat, Kecamatan Padang Bolak. Menurutnya dengan terlaksananya pemekaran tentunya program pembangunan akan lebih bisa ditingkatkan lagi.

Ia mencontohkan untuk Kabupaten Paluta yang dahulunya hanyalah kecamatan namun setelah pisah dari Pemkab Tapsel, pembangunan di berbagai bidang dapat dilihat dan rasakan bersama.

Terpisah Ketua Komisi I Amas Muda Siregar mengatakan warga Tabagsel sangat mendambakan lahirnya Provinsi Sumteng demi percepatan pembangunan yang selama ini terkesan lamban jika dibandingkan dengan wilayah lain yang ada di Sumut.

Baca Juga :  Mengintip Perjuangan Pedagang Sayur di Pasar Panyabungan, Rosna

Untuk itu katanya Gubsu  Gatot Pujonugroho diminta legowo dan berbangga hati. Sebab, katanya, di saat kepemimpinan Gatot Pujonugroho pemekaran itu bisa terwujud. (ong)/(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*