Warga Pesisir Mentawai Bakal Direlokasi

Rantinus mengendong anaknya, yang berusia 2,5 bulan dan belum diberi nama, di posko korban gempa dan tsunami di Kecamatan Sikakap, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Jumat (29/10/2010). Bantuan yang terlambat mengakibatkan korban tidur di lantai beralas tikar. Kebutuhan bayi juga masih sangat minim.

Para korban gempa dan tsunami maupun warga di kawasan pesisir barat Kepulauan Mentawai akan direlokasi ke tempat lain. Pemerintah juga tengah membuat aturan yang melarang warga untuk tinggal di kawasan pesisir ini.

Hal itu diungkapkan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno usai rapat tertutup dengan jajaran aparatur daerah terkait penanganan pascagempa-tsunami di Mentawai.

“Itu (warga relokasi) merupakan keinginan dan perintah langsung dari pak Presiden. Dalam waktu dekat, beliau akan menerbitkan peraturannya, entah itu berupa Inpres atau PP (peraturan pemerintah),” ujarnya.

Ia mengatakan, pemerintah kini tengah membangun rumah-rumah penampungan sementara untuk warga di kawasan pesisir. Diperkirakan sebanyak 4.000 rumah sementara akan dibangun. Lokasi tempat penampungan ini berada di wilayah-wilayah yang lebih tinggi, yaitu di dekat perbukitan.

Tim dari Kementrian Pekerjaan Umum sudah ke lokasi untuk merancang rumah-rumah penampungan. Kawasan pesisir ke depannya tidak boleh digunakan untuk pemukiman, tegasnya kemudian.

Diakuinya, relokasi ini mungkin tidak berjalan mudah, mengingat mayoritas warga Mentawai hidup sebagai nelayan di daerah pesisir. Namun, itu dilakukan demi keselamatan warga mengingat daerah pesisir, khususnya di bagian barat, sangat rawan dengan bencana tsunami. (kompas.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Deklarasi KMP: Turunkan Jokowi, Ganti Prabowo

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*