Warga Resah Pembalakan Hutan Lindung

(Analisa/tohong p harahap) Gundul : Salah satu kawasan hutan lindung Nabundong yang sudah gundul diakibatkan adanya penebangan hutan secara liar.

Paluta, (Analisa). Ratusan warga Dusun Siholbung, Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) merasa resah dengan ulah sejumlah oknum yang belakangan ini sering melakukan penebangan liar serta pembukaan lahan hutan lindung Nabundong.

Pasalnya dengan pembukaan hutan lindung Nabundong itu dikhawatirkan akan dapat merusak sumber daya alam, kawasan suaka alam, kawasan hutan lindung khususnya sumber air minum bagi masyarakat yang berada di Dusun Siholbung.

Zulham Rambe warga setempat mengutuk keras adanya sejumlah oknum yang berani membuka lahan perkebunan di kawasan hutan lindung Nabundong tersebut, padahal sudah jelas bahwa kawasan hutan lindung Nabundong adalah kawasan hutan negara yang harus dilindungi dan dilestarikan.

“Kita sebagai warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan lindung Nabundong mengutuk keras terkait adanya sejumlah oknum yang masih saja terus membuka lahan,” ujar Zulham, Jumat (2/5).

Selain itu, masyarakat Dusun Siholbung yang hanya berjarak 200 meter dari kawasan hutan Nabundong merasa kecewa dengan kinerja dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Paluta yang belum juga menangkap para pelaku penebangan hutan.

Menurutnya hingga saat ini sudah tak terhitung berapa ribu hektar kawasan hutan lindung Nabundong yang berubah fungsi dari kawasan hutan menjadi lahan perkebunan.

Baca Juga :  Gol Balotelli dan Boateng Loloskan Milan ke Liga Champions

“Mana Dinas Kehutanan, sampai sekarang belum pernah kami melihat adanya tindakan dari pemerintah untuk menangkap para pelaku perambah hutan negara,” ungkapnya.

Senada disampaikan Ridwan Pohan didampingi Oji Harahap. Keduanya berpendapat dengan adanya perambahan hutan secara ilegal dikhawatirkan akan merusak sumber air minum bagi ratusan penduduk Dusun Siholbung, Desa Pamuntaran, Kecamatan Padang Bolak Julu yang hanya berjarak 200 meter dari kawasan hutan lindung Nabundong.

“Kalau sudah digunduli hutannya, mau dari mana nanti sumber air minum kami,” tegas Ridwan.

Terpisah penggiat sosial Aman S Harahap sangat menyayangkan kurangnya respon dari pihak berwajib untuk menindaklanjuti dan dirinya berharap agar adanya tindakan hukum yang nyata untuk para perambah hutan Nabundong sebagai pembelajaran terhadap para pelaku perambahan serta wujud kepercayaan masyarakat bahwasanya tidak ada yang kebal hukum di Republik ini.

“Kami minta kepada pihak yang berwajib untuk menindak tegas bagi para pelaku perambah hutan, karena bagaimanapun tidak ada yang kebal hukum di negara ini,” tegas Aman Harahap. (ong)

Sumber: analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. terkadang keamanan yang paling ampuh ada ditangan rakyat, biarlah rakyat yang memulai melindungi hutan melalui kesatuan masyarakat bersatu memerangi penebangan hutan ini, nanti pas mau beres saja polisi atau pihak terkait datang biar dapat nama kalau semua sudah beres.
    Hanya yang perlu disadari oleh rakyat yang ingin memerangi penebangan hutan, lawan yang dihadapi adalah Pemodal dan penguasa, jadi jangan semborono melawannya, kalau tanggung tanggung sebaiknya jangan, karena lawan anda biasanya mengandalkan Modal untuk menaklukan keamanan menjadi keamanan baginya, serta menundukkan penguasa melalui lobi-lobi perizinan.
    Tak salah memamfaatkan nomor komunikasi pejabat pusat langsung mengadukan, perihal-perihal yang terjadi di daerah anda. Sebab tak mungkin juga pihak terkait tidak mengetahuinya, dan adukanlah hal tersebut ke pihak tertinggi dan tidak pada pihak penguasa level menengah yang sangat diragukan kemampuannya untuk memberantas hal seperti ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*