Warga Saba Lombang Tapsel Butuh Bronjong Penahan Air

KONDISI persawahan di Kelurahan Wek I Saba Lombang, Kecamatan Batangtoru yang terbawa arus sungai, Senin (5/5). Atas kejadian ini, warga meminta Pemerintah Kabupaten Tapsel segera membangun bronjong maupun dek penahan air.

TAPSEL – Warga Kelurahan Wek I Saba Lombang, Kecamatan Batangtoru, Tapsel, was-was. Pasalnya volume air sungai yang yang mengalir di kampung mereka sedang tak menentu. Terkadang arus sungai kecil dan bisa mendadak besar serta mengancam areal sawah yang berbatasan langsung dengan DAS Batangtoru.

Bahkan beberapa waktu lalu, sekitar satu hektare sawah warga pernah tergerus dan terseret arus sungai yang mendadak besar. Akibat kejadian itu, warga mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

“Beberapa waktu lalu sawah warga pernah hanyut terbawa air, korban mengalami kerugian ratusan juta. Saat ini pun arus air tak menentu, bisa secara tiba-tiba naik. Makanya kami sangat khawatir akan ada sawah yang terseret lagi. Apalagi musim hujan sudah tiba,” kata warga setempat, H Suwarjiz, Senin (5/5).

Dia menambahkan, warga sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kabupaten Tapsel untuk membangun dek penahan air di DAS Batangtoru. Sebab saat ini warga petani was-was akan ancaman arus sungai tersebut.

“Sudah dua kali kita mengusulkan pembangunan dinding penahan air dari tingkat kelurahan ke kecamatan, baik itu semacam bronjong, maupun dek penahan lainnya. Karena saat ini saja, arus sungai sudah meninggi dan menghantam pinggir sawah secara perlahan-lahan. Kita minta Pemkab tanggap terhadap permasalahan ini,” tambahnya.

Baca Juga :  5 Ketua Parpol Lolos Jadi Legislatif di Paluta

Menanggapi hal tersebut, Kordinator LSM Nusantara Tapsel Erlan Sumarlan, mengaku prihatin dengan keadaan yang terjadi di Kecamatan Batangtoru itu. Ia khawatir, kejadian seperti itu bisa memengaruhi perekonomian warga, jika saja areal persawahan mereka tergerus maupun hanyut serta terendam air sungai.

“Sesuai yang disampaikan warga, kita meminta agar Pemkab Tapsel segera menanggapinya dan secepatnya membangun dek penahan air di lokasi. Menurut saya, akan lebih parah dan rugi apabila hal itu tidak cepat direalisasikan. Sebab bisa saja secara tiba-tiba air akan membesar dan tidak tertutup kemungkinan tanah yang dipinggir sungai ikut terbawa arus,” tuturnya.

Sementara Kasi Pembangunan Kecamatan Batangtoru Tohir Hasibuan mengatakan, beberapa waktu lalu saat digelar Musrenbang, usulan warga Kelurahan Wek I Saba Lombang itu telah diterima. “Sudah diusulkan pada Musrenbang dan sudah diterima. Mudah-mudahan pembangunannya dapat terealiasasi,” ujarnya singkat. (bsl)

(Metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*