Warga Sandera Alat Berat PU Madina

Sandra 081 Warga Sandera Alat Berat PU Madina
Ratusan warga di lokasi banjir Panyabungan menyandera alat berat Dinas PU Madina jenis Bekho di pinggiran Sungai Aek Kitang. ( Repro/WSP/Sarmi Harahap )

PANYABUNGAN ( Berita ): Ratusan warga memblokir jalan dan menyandera alat berat milik Dinas PU Madina, Rabu (7/3). Aksi massa yang terjadi di lokasi banjir di dekat jembatan Gunung Barani, antara Desa Manyabar – Gunung Manaon, ini karena lambannya penanganan Aek Kitang (Sungai Kitang).

Massa masing-masing dari Desa Gunung Manaon, Manyabar, Saba Jambu dan sekitarnya putus asa melihat penanganan sungai yang kurang efektif. Mereka takut jika Aek Kitang meluap akan menghancurka pemukiman warga.

Selain meminta Bupati Madina, Hidayat Batubara mengganti Plt Kadis PU Madina, Ir. Parlaungan Lubis, masyarakat yang bergabung dengan pemuda Madina meminta Bupati melakukan penanganan sungai secara serius dan menambah alat berat.

Aksi pemblokiran jalan oleh warga mengakibatkan jalan alternatif Simpang Gunung Baranai – Adian Jior pasca ambruknya jembatan Rantopran, lumpuh total hampir satu jam. Warga tidak mau membuka blokir jalan yang diportal menggunakan kayu dan sepedamotor sebelum Bupati Madina datang ke lokasi.

Masyarakat ingin menyampaikan permintaan mereka langsung ke Bupati. Bahkan, Kapolres Madina, AKBP Fauzi Dalimunthe yang turun ke loksi bersama pasukan tidak bisa mendinginkan masyarakat supaya membuka blokiran jalan.

Situasi baru terkendali setelah Bupati Madina datang menjumpai masyarakat. Bupati berjanji memenuhi semua aspirasi warga. Hampir 10 menit Bupati mendengarkan keluh kesah warga dari semua usia.

Baca Juga :  MU Borong Penghargaan Individual Januari

Sementara Plt Kadis PU Madina, Ir. Parlaungan Lubis di hadapan masyarakat berjanji secepatnya melakukan pelurusan dan pelebaran Sungai Kitang dengan cara menambah alat berat.

Aek Kitang (Sungai Kitang) merupakan aliran Sungai Rantopuran yang selalu mengakibatkan banjir dan menjadi ancaman bagi desa di Panyabungan, yang baru-baru ini terjadi meliputi Desa Gunung Manaon, Manyabar, Manyabar Jae, Saba Jambu, Pagaran Tonga, dan Gunug Barani.(WSP/c14)

http://beritasore.com/2012/03/08/warga-sandera-alat-berat-pu-madina/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Kebanyakan bagi2 proyek kadis PU nya yah gini lah jadinya…..terjadi dulu kehancuran dan masyarakat mengamuk baru dia turun ke lapangan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*