Warga Siabu Tolak Perusahaan Tambang PT BHE

Ribuan warga Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), menolak keberadaan perusahaan tambang PT Bahana Multi Energy (PT BHE) yang sedang melakukan penelitian di Tor Aek Latong.

Penolakan ini disampaikan warga saat PT BHE melaksanakan sosialisasi di Masjid Al Muttakin, Desa Lumban Dolok, yang diikuti warga 7 desa di Kecamatan Siabu. Ketujuh desa itu yakni Desa Lumban Dolok, Pintu Padang Julu, Hutabaringin, Simaninggir, Huraba, Aek Mual dan Tangga Bosi.

Ketujuh desa menolak keberadaan PT BHE karena khawatir keberadaan tambang akan merusak lingkungan. Kemudian sungai yang ada di daerah mereka seperti Sungai Aek Latong dan Si Ancim akan tercemar kalau tambang sudah beroperasi

“Kami tidak mau gara-gara keberadaan tambang kami mendapatkan musibah, karena kami dengar tambang ingin beroperasi dan melakukan pengeboran. Jangan gara-gara kepentingan sesaat, kami jadi sengasara nantinya,” ungkap warga dalam pertemuan itu.

Sebelum perusahaan beroperasi, warga sudah menolak agar nantinya tidak ada gejolak. Warga tidak mau nantinya tambang menjadi bumerang bagi masyarakat sekitar. Sebab warga sudah melihat contohnya, seperti yang terjadi di PT Sorikmas Mining. Dimana warga yang melakukan penolakan malah ditangkap karena dituduh merusak camp PT Sorikmas Mining.

Sementara Camat Siabu Muksin MSi dan Muspika Siabu mendukung penolakan warga. Tapi, walaupun masyarakat menolak, jangan sampai melakukan tindakan anarkis. Tolak tambang sesuai dengan peraturan yang ada. Jangan seperti yang terjadi seperti di Desa Huta Godang Muda, warga melakukan tindakan anarkis, karena yang jadi korban masyarakat juga nantinya.

Baca Juga :  Elemen Masyarakat di PALAS Peringati Hari Antikorupsi

Sinulingga dari PT BHE yang dikonfrimasi wartawan mengatakan, mereka melakukan sosialisasi untuk melakukan penelitian di Tor Aek Sihayo, untuk mengatahui berapa banyak timah yang berada di sana dan kualitas timahnya.

“Kita melakukan ini berdasarkan IUP Ekplorasi SK Bupati No 540/030/K/2008 Tanggal 18 Januari 2008 dan SK Menteri Kehutanan No SK.426/Menhut-II/2010 Tanggal 23 Juli 2010. Berdasarkan itu makanya kita ingin melakukan eksplorasi atau penelitian untuk mengetahu timah hitam itu,” jelasnya.

Namun karena ada penolakan dari warga sekitar, pihak PT BHE tidak bisa melakukan penelitian. Namun hasil pertemuan belum bisa dikomentari. Tim yang hadir akan terlebih dahulu melapor ke Medan.

Hadir dalam pertemuan itu, Camat Siabu Muksin MSi, Kapolsek Siabu AKP S Daulay, Danramil Siabu, Kepala Desa Lumban Dolok, Tokoh Agama serta Tokah Adat ketujuh desa yang diundang. (BS-026)

Sumber: beritasumut.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*