Warga Sidimpuan, Hati-hati makan Gorengan Tempe Campur Plastik..

Kemarin sore habis pulang dari pasar singgah di satu warung penjual bakso granat di siborang Jl. sisingamangaraja, sambil menikmati enaknya bakso granat dan sajiannya, admin tertegun melihat tukang goreng di depan yang sedang asyik menggoreng, bukan kerana pengin gorengnya tapi melihat tempe-tempe yang di jatuhkan ke penggorengannya terlihat mengkilat di tengahnya, admin lalu teringat isu-isu mengenai gorengan campur plastik yang pernah santer di televisi.  Admin coba konsentrasi siapa tahu memang mata ini yang salah, tetapi dari sekian puluh tempe mentah yang dia jatuhkan ke penggorengan semuanya sama; DI TENGAH TEMPE ITU TERLIHAT MENGKILAT BERBENTUK PERSEGI, langsung deh admin yakin kalau INI GORENGAN TEMPE PAKAI PLASTIIIIIIIIIIIIIIKKKKK……,

admin pikir permasalahan ini hanya melanda Jakarta, ternyata Kota sidimpuan juga..

ah,,, sidimpuan na balau

lebih jelas masalah ini sering dibahas, di TiVi atau blog, ini contohnya misalnya;

Awas Makan Gorengan Pakai Minyak Campur Plastik !!

Nah… ini yang paling gila!  Gorengan yang enak, gurih, empuk..puk..puk… itu ternyata… digoreng pakai minyak yang ditambahi plastik. Itu minyak dipanasi udah itu plastik putih mirip pembungkusnya dimasukin kedalam minyak panas 2 lembar, jadi dah… minyak goreng kolaborasi dengan pelastik mengoreng apa aja yg enak digoreng kemudian di jual lalu kita beli dan kita makan, lalu ngendap dah dibadan kita itu pelastik nyasar!!

Itu penjual gorengan perlu disekolahin yang tinggi biar dia tahu akibat orang makan gorengannya, kita bisa kena kanker. Minyak yang berulang dibuat menggoreng aja bisa buat kanker apalagi ditemani ama plastik! Kualat itu pedagang gorengan yang berbuat begitu.

Emang sih, gak semua penjual gorengan melakukan praktek begitu, tapi kasian juga kan pedagang gorengan “aliran putih” yang terkena getahnya. Orang pada takut beli gorengan, gara gara ulah gorengan “aliran sesat” itu.

Emang dunia semakin edan, eh.. manusianya yang edan ya, kreatif kok keterlaluan. Emaknya ngidam apaaa yaa waktu hamil dia ???? Kalau pedagang gorengan itu ketangkap, udah kawini aja dengan kambing!!!!

Sumber : http://atana8166.blogspot.com/2008/06/awas-makan-gorengan-pakai-minyak-campur.html

Gorengan berbumbu PLASTIK

Anda penyuka gorengan?

Tampaknya kini anda harus lebih berhati-hati lagi dalam mengkonsumsi gorengan. Telah beberapa fakta tentang gorengan yang berdampak negatif pada kesehatan. Seperti lama diketahui makanan yang digoreng dalam minyak dapat meningkatkan kolesterol, memacu timbulnya beberapa macam penyakit dan penggunaan minyak goreng berulang kali akan memicu timbulnya kanker.

Perhatikan, kalo pedagang gorengan makan gorengan yang dijualnya, mungkin dia tak gunakan plastik sebagai campuran … jika Anda tak pernah melihat pedagang itu nikmati dagangannya … berfikirlah untuk membeli

Namun masih ada lagi informasi yang mengerikan seputar gorengan yang baru saya temukan di sebuah milis. Dalam sebuah tulisan dipaparkan penggunaan meltingplastic untuk membuat gorengan lebih crispy.

Metode ini memang belum marak di Indonesia, namun tetap harus diwaspadai.

Gorengan biasanya akan melempem dan tidak crispy lagi jika diletakkan dalam udara terbuka selama beberapa waktu. Namun dengan cara memasukkan botol plastik ke dalam minyak panas yang digunakan untuk menggoreng, maka gorengan akan tetap crispy meski diletakkan di udara terbuka selama beberapa jam.

Kita harus berhati-hati jika membeli bawang goreng, pisang goreng, ayam goreng, pecel lele maupun jenis gorengan lain yang meski telah berjam-jam lalu digoreng namun tetap crispy dan tidak melempem meski diletakkan dalam udara terbuka.

Plastik dibuat dari bahan kimia jenis polimer. Jenis plastik yang banyak digunakan dalam kehidupan kita adalah polietilena (bahan pembungkus, kantong plastik, mainan anak, botol), teflon (pengganti logam, pelapis alat-alat masak), polivinilklorida (untuk pipa, alat rumah tangga, cat, piringan hitam), polistirena (bahan insulator listrik, pembungkus makanan, styrofoam, mainan anak).

Plastik untuk membungkus makanan yang masih panas saja berpotensi menimbulkan kematian jaringan dan kanker pada manusia (karsinogenik). Akan tetapi yang lebih berbahaya adalah memanaskan plastik dalam suhu tinggi. Membakar bahan yang terbuat dari plastik dapat mendatangkan masalah tersendiri bagi manusia. Plastik yang dibakar akan mengeluarkan asap toksik yang apabila dihirup dapat menyebabkan sperma menjadi tidak subur dan terjadi gangguan kesuburan. Pembakaran PVC akan mengeluarkan DEHA (bahan pelembut plastik) yang dapat mengganggu keseimbangan hormon estrogen manusia. Selain itu juga dapat mengakibatkan kerusakan kromosom dan menyebabkan bayi-bayi lahir dalam kondisi cacat.

Kondisi cuaca di Indonesia yang memiliki kelembaban tinggi memang berpotensi membuat makanan yang digoreng dan dibiarkan di udara terbuka jadi cepat melempem. Ada beberapa jenis makanan seperti kerupuk dan keripik yang bisa diletakkan dalam stoples tertutup untuk mempertahankan kerenyahannya. Namun perlakuan demikian tidak bisa diterapkan pada jenis gorengan yang lain. Alhasil ketika gorengan telah mulai mendingin kerenyahannya akan segera menghilang. Makan gorengan crispy memang lebih lezat, namun tidak sebanding dengan resiko yang harus kita tanggung.

Sumber: http://dedidwitagama.wordpress.com/2008/06/03/gorengan-berbumbu-plastik/

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*