Warga Simpang Durian Kab. Madina Tolak PT DAL

MedanBisnis – Panyabungan
Warga Desa Simpang Durian, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menolak keberadaan PT DAL di daerah tersebut. Serta menolak pengukuran permohonan izin lokasi plasma perusahaan dengan nomor 470/2015/2009 tertanggal 29 Oktober 2009.

Penolakan tersebut disampaikan warga kepada anggota DPRD Madina, Selasa (1/12). Warga juga menegaskan tidak akan memberikan tanah ulayat setempat untuk dijadikan sebagai plasma oleh perusahaan tersebut.

Salah seorang warga, Ucok Tambangan, mengatakan, alasan warga menolak tanah ulayat dijadikan sebagai plasma, karena lahan tersebut merupakan lahan warga untuk berkebun yang sudah berproduksi.

“Dan bila nanti ada pihak – pihak mengakui bahwa areal warga merupakan areal yang diperuntukkan untuk plasma, kami tidak bertanggung jawab,” tegaskan Ucok, yang mewakili 171 KK di Desa Simpang Durian tersebut.

Dikatakannya, warga sangat berharap agar DPRD Madina dapat segera menyelesaikan persoalan dengan pihak perusahaan. Warga akan tetap meminta agar perusahaan tersebut hengkang dari Desa Simpang Durian.

Sementara itu Anggota Komisi II DPRD Madina Ir Ali Mutiara Rangkuty mengatakan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan warga Simpang Durian, hari ini Rabu (2/12) di aula Kantor Camat Lingga Bayu.

“Kita sudah menjadwalkan rencana kelapangan dan sekaligus mengadakan pertemuan dengan warga secara langsung, dan kita juga berharap persoalan ini agar dapat diselesaikan dengan secepatnya. Kita tidak ingin hak – hak warga dizalimi,” ungkap Ali Mutiara yang juga merupakan Putra daerah Lingga Bayu.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  DPRD Sumut: Libatkan Masyarakat Bahas Limbah PT AR

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*