Warga Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis Tuntut PT Rendy Stop Beroperasi

Sekitar 40-an kepala keluarga (KK) warga Desa Singkuang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal mendatangi PT Rendy Permata Raya di Singkuang, Senin (29/11) lalu. Mereka meminta agar perusahaan perkebunan sawit tersebut menghentikan sementara aktivitasnya hingga ada penyelesaian ganti rugi lahan.

Warga didampingi Razman Arif (kanan, berdiri pakai kemeja garis-garis) saat mendatangi kantor PT Rendy Permata Raya di Desa Singkuang. Foto dijepret Senin (29/11).

Informasi yang dihimpun METRO, warga menyebutkan, sekitar 300-an hektare lahan mereka diduga diserobot PT Rendy Permata Raya tanpa sosialisasi dan koordinasi. Tidak terima lahannya diduga diserobot, warga sempat berteriak-teriak di lokasi lahan tepatnya di Jalan Cikapas, Singkuang yang tidak jauh dari kantor PT Rendy.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Singkuang, Ali Kasim kepada wartawan di lokasi mengatakan, dugaan penyerobotan lahan sudah lama terjadi atau sekitar tahun 2006 lalu. Namun, pihak perusahaan sepertinya tidak memiliki niat baik untuk membayar ganti rugi lahan.

Diutarakan Ali Kasim, mereka sudah mengirimkan surat ke DPRD Madina, Bupati dan pihak perusahaan yang ditembuskan ke pihak terkait seperti Dinas Kehutanan, BPN, Dinas Koperasi dan UKM serta instansi lainnya. Namun, hingga saat ini pihak perusahaan tidak ada niat baik untuk menyelesaikannya.

Camat Muara Batang Gadis, Haposan Hasibuan yang dikonfirmasi wartawan via telepon selulernya, Senin (29/11) lalu membenarkan permasalahan warga tersebut yang belum tuntas hingga sekarang. Camat menegaskan, pihaknya pada Senin (22/11) lalu sudah menggelar rapat terkait masalah itu di ruang Asisten I Pemkab Madina. Di mana hasilnya menyimpulkan tim penyelesaian masalah tersebut akan turun ke lokasi pada 5 Desember mendatang untuk mendata lahan warga yang diduga diserobot.

Baca Juga :  Jalinsum Pargarutan Rawan Antrian Akibat Sempit

“Tim akan turun ke lokasi,” ungkapnya. Sedangkan putra daerah yang turut mendampingi warga saat itu, Razman Arif, menegaskan agar pihak perusahaan menghentikan aktifitasnya sebelum tuntutan warga dimusyawarahkan.

“Saya ke mari (Desa Singkuang, red) setelah warga mendatangi saya ke Sibolga. Saya malu dan sangat prihatin mendengarnya. Sehingga saya meminta supaya perusahaan dapat segera merealisasikannya dan sebelumnya untuk menghentikan aktifitas sementara,” ujar Razman Arif yang merupakan Ketua PKPB Sumut, Wakil Ketua KNPI Sumut, dan Ketua Dewan Pembina IPNU Sumut ini.

Pantauan di lokasi, Senin (29/11), puluhan warga terlihat berteriak-teriak menuntut ganti rugi lahan. Namun, aksi tidak berlangsung lama, karena warga kemudian bergerak ke Kantor PT Rendy Permata Raya sekitar pukul 14.00 WIB, untuk meminta penjelasan resmi dari pihak perusahaan.

Di kantor PT Rendy Permata Raya, pimpinan perusahaan tidak ada. Warga hanya diterima oleh Kepala Tata Usaha (KTU) Sudarmin dan Asisten Kebun, Edy Saputra Bangun. Saat menerima warga, Sudarmin dan Edy Saputra mengatakan akan menyampaikan permasalahan itu ke pimpinannya saat itu juga melalui telepon seluler.

Sudarmin dan Edy Saputra kemudian terdengar berbicara dengan pimpinannya. Tidak diketahui betul apa kesimpulan pembicaraan mereka, karena sambungan telepon buru-buru putus. Sudarmin dan Edy kemudian membuat surat pernyataan tertulis bermaterai yang isinya menghentikan sementara aktifitas perusahaan. Di mana yang ikut mendampingi warga, Razman Arif , para alim ulama Desa Singkuang Muara Batang Gadis, seperti Kumal, H Salih dan sebagainya, unsur BPD Cingkuang, dan para tokoh-tokoh masyarakat lainnya seperti H Wildansyah Nasution. (kris)-(metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Gereja HKBP Sipogu Butuh Perhatian Perantau

2 Komentar

  1. kpda pemimpin singkuang yg di cintai,, jgn hnya mmikirkn keluarga untk hidup senang tp fikirkn org2 yg ada di naungan mu..

  2. kasihan kali aq nengok warga ini.. selalu di timpah masalah! maka nya sediakan driver yg handal untuk mmbawa nya.. ingat!!! jgn mau di monopoli sama kerabat sendiri

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*