Warga Sipirok Kembali Stop Kerja Pembangunan Tower SUTET

5083533923 5c073f7815 Warga Sipirok Kembali Stop Kerja Pembangunan Tower SUTET
beberapa masyarakat memberi penjelasan dan pengertian agar untuk sementara pembangunan tower dihentikan sebelum adanya kepastian dan penjelasan lebih lanjut dari pemerintah Tapsel.

Sipirok, AKS, Beberapa warga  Kecamatan Sipirok kembali menghentikan proses pembangunan Tower Saluran Udara Tengangan Ekstra Tinggi (SUTET) milik PT PLN, di areal persawahan warga Saba Julu, Kelurahan  Sipirok Godang,  Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (12/10), setelah pembangunannya terhenti sekitar 2 bulan terakhir, hal yang sama juga pernah dilakukan masyarakat sekitar 2 bulan lalu bahkan melakukan orasi kekantor DPRD Tapsel dengan alasan mereka ingin kepastian dari pimpinan daerah Tapsel terhadap ijin, dan dampak pembangunan selama yang terkesan tidak terbuka.

Pantauan  eksekusi penghentian pembangunan tower SUTET tersebut berjalan dengan aman tanpa adanya bentrok pisik antara 23 pekerja dengan belasan masyarakat Kecamatan Sipirok, pekerja meninggalkan lokasi dengan aman dan tertib serta  mendapat pengawalan dari pihak kepolisian Sektor Sipirok, Diatara Masyarakat, Saparadesta Siregar (44), Robinson Hutasuhut (47), Tunas Siregar (29), Ojahan Hutabarat (52), Paruntungan Harahap dan lainnya melakukan pendekatan dan pemahaman terhadap para pekerja agar untuk sementara bersedia menghentikan pekerjaan menunggu informasi selanjutnya dari pemerintah KKabupaten Tapanuli Selatan. “Kami mengerti dengan bapak-bapak disini yang datang dari jauh (jawa) hanya bekerja untuk mencari nafkah, tapi kami mohon untuk sementara pembangunan dihentikan dulu, karena sebelumnya kami juga sudah menghentikan pelaksanaan ini sebelum bapak-bapak ditugaskan disini,  kami harap kita semua bersabar dulu sebelum ada kepastian dari pemerintah daerah kami tentang kejelasan dan ijin pembangunanya.” ujar mereka terhadap para pekerja.

Baca Juga :  Prof Dian Armanto : Ada Perguruan Tinggi Tetap Buka Meski Status Tidak Jelas
5083532425 30959627e3 Warga Sipirok Kembali Stop Kerja Pembangunan Tower SUTET
Warga Sipirok Kembali Stop Kerja Pembangunan Tower SUTET

Mendengar pemahaman dan penjelasan dari beberapa warga akhirnya 23 orang pekerja yang mengaku didatangkan dari jawa dan baru 5 hari di Sipirok, meninggalkan lokasi dan mengemasi seluruh barangnya, “bagaimananlah pa’ kami masih baru disini, baru 5 hari, dan hanya melanjutkan pembangunan tower yang sedang gantung,” kata Eded (40) salah seorang pekerja sambil mengemasi barang mereka.

Tokoh pemuda Sipirok, Faisal Reza Pardede yang tiba dilokasi pada koran ini mengatakan, memang dasar keberatan masyarakat dalam hal pendirian Tower berlokasi di lahan Masyarakat Produktif dan dekat pemukiman perkampungan Masyarakat Sipirok terkesan dipaksakan dan tutup-tutupi, “keberatan masyarakat cukup mendasar, jaringan  Kabel tengangan Tinggi nantinya akan melintas di lahan produktif, areal pendidikan lokasai objek wisata dan lainnya, dan sampai saat ini menyangkut sosialisasi AMDAL belum ada Penjelasan terhadap warga,” kata Faisal.  Dikatakan, Sesuai dengan  UU  No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan  dan  Pengelolaan  Lingkungan Hidup telah mengatur  mekanisme penataan sarana  dan prasarana serta relevansi suatu wilayah dimana jika masih ada lahan di luar pemukiman maka jaringan SUTET di bangun di lahan Produktif  tetapi jika masih ada lokasi yang dikatagorikan  suaka marga satwa maka pembangunanya lebih relevan di lokasi tersebut namun lokasi yang paling ideal adalah lahan yang tidak Produktif, “sedangkan di Sipirok masih ada lahan tidak produktif. lagi pula hal ini sedang dalam proses di Pemkab Tapsel, kiranya pelaksana pekerjaan janganlah mengesampingkan aspirasi masyarakat yang tempo hari! ” pesanya.

Baca Juga :  Fauzi Bowo Dukung LPI

Sesuai dengan informasi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Kepala Dinas Pertambangan Dan Energi Ir Baduaman Siregar MM, mengatakan, dalam tahap pembangunan tersebut selama ini pihak PT PLN ataupun Pemborong terkesan kurang koordinasi dengan pemerintah Kabupaten Tapnuli Selatan (Tapsel), “idealnya berkoordinasi, namun selam ini PT PLN hanya mengirimkan staf yang tidak bisa mengambil keputusan sehingga pembicaraan belum maksimal.” katanya.dan mengaku sepengetahuannya belum memiliki IMB, “yang menerbitkan ijin adalah kantor pelayanan terpadu satu pintu, coba komfirmasi kesana saja, apa ada ijinnya,” pungkasnya.(ran)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*