Warga Tantom Minta Perbaikan Jalan

Saat reses anggota DPRD Tapanuli Selatan di Kecamatan Tano Tombangan (Tantom) Angkola, warga mengeluhkan kondisi infrastruktur jalan di daerah tersebut terutama menuju desa terujung menuju Kota Tua dan Simaninggir. “Ruas jalan mulai dari simpang jalan masuk Jalinsum menuju Desa Simaninggir, Kecamatan Tantom Angkola sekitar 25 km, sebagian kondisinya rusak parah, sehingga butuh perhatian serius pemerintah,” ujar sejumlah aparat desa dan tokoh masyarakat kepada Wakil Ketua DPRD Tapsel Abdur Rasyid Lubis SH saat melaksanakan reses ke Dapil III Kecamatan Tantom Angkola, Kota Tua, Jumat (13/5).

Selain kondisi jalan yang dinilai memperlambat hubungan tranportasi masyarakat, warga juga berharap kalau belum bisa dibangun secara permanen, pemerintah bisa membuat parit besar sedalam 3 meter dengan lebar 8 meter di antara 300-an hektar lahan padi masyarakat di Kota Tua hingga ke sungai Batang Angkola sekaligus jalan usaha taninya.
Masyarakat meminta agar dibuat parit besar di tengah 300-an hektar lahan masyarakat, karena areal sawah tersebut merupakan daerah rawa yang dekat dengan pertemuan sungai Batang Gadis dan sungai Batang Angkola. Sehingga, ketika hujan tiba, air sungai akan besar dan meluap ka areal sawah masyarakat. Kalau dalam satu malam air sungai sudah susut, namun air yang meluap yang sampai ke sawah masyarakat akan susut bertahap hingga merendam sawah petani dalam beberapa hari dan akan membuat padi petani rusak bahkan mati.

Baca Juga :  Angsuran Kios Pasar Sipirok Terlalu Mahal, Pedagang Terancam Gulung Tikar

Selama ini, sebut warga, mereka telah bergotong royong membuat parit namun hasilnya tidak maksimal, karena kalau air dua sungai tersebut meluap, maka pasir dan bebatuan akan mendangkalkan parit yang dibuat warga yang dalamnya hanya sekitar 1 meter. “Kami perkirakan parit besar tersebut dibuat harus menggunakan alat berat, sedangkan kemampuan warga untuk menyewa alat berat tidak ada,” ungkap warga.

Akibat kondisi tersebut, panen petani pun hanya sekali setahun saja, tidak seperti daerah lain yang mempu panen 2 kali setahun, itupun saat bertanam pada musim kemarau, saat dua sungai tidak meluap dan menggenangi sawah warga.”Kami berharap melalui DPRD bisa memperjuangkan agar parit besar tersebut dibuat oleh pemerintah,” harap warga.
Menanggapi sejumlah aspirasi warga tersebut, Abdurrasyid Lubis berjanji akan menyuarakan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat tersebut. “Sebagai wakil rakyat Dapil III, sudah merupakan kewajiban untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya di daerah konstituen saya,” terangnya.

Dikatakan Ketua DPC PPP Tapsel ini, daerah Tantom Angkola merupakan kawasan yang sangat subur dan kaya akan sumber daya alam, sehingga sudah seharusnya masyarakat setempat mensyukuri dan mampu mengelolanya dengan baik. “Syukuri dan kelolalah dengan baik karunia yang diberikan Tuhan tersebut. Untuk urusan pembangunan infrastruktur jalan maupun irigasi biarkan saya yang akan memperjuangkannya agar anggarannya dapat ditampung di APBD atau APBN nantinya,” janji Abdurrasyid. (neo/ara)

Baca Juga :  Sejarah dan Sumber Pendapatan GOOGLE

Sumber: mentrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

10 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*