Warga Temukan Semburan Air Panas Di Desa Lopian

(Analisa/yudi nasution) Sejumlah warga mengambil air panas yang menyembur tepat di bawah tiang listrik di tepi Jalan Negara Sibolga-P. Sidimpuan Desa Lopian Kecamatan Badiri, Tapteng, Kamis (11/8).

Tapanuli Tengah, (Analisa). Warga Desa Lopian sontak geger, menyusul ditemukannya semburan air panas di bawah tiang listrik di tepi Jalan Negara Sibolga-Padangsidimpuan, Desa Lopian, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (12/8).

Awalnya penemuan semburan air panas itu, ketika sejumlah penggali parit pembangunan dainnase sedang beristirahat dan duduk bersandar tepat di tiang listrik. Namun beberapa saat, salah seorang diantaranya merasakan panas luar biasa pada tanah di sekitar tiang listrik tersebut.

Merasa penasaran, sejumlah pekerja mencangkul tanah. Setelah beberapa kali tanah tercangkul, seketika air bertemperatur panas menyembur hingga sejumlah pekerja takut dan berhamburan.

“Kami awalnya hanya sekadar ingin tahu apa yang terasa panas itu. Dugaan kami mulanya adanya kabel listrik yang tertanam, sebab kejadian itu tepat di bawah tiang listrik. Namun, setelah masalah itu kami laporkan ke pihak PLN dan kepolisian, tidak ada ditemukan kabel ataupun arus listrik di dalam tanah itu,” kata seorang penggali parit, Idham Batubara (38).

Idham menuturkan, kendati sudah beberapa hari ditemukannya semburan air panas itu, namun temperaturnya tak kunjung menurun. Namun, semburannya saat ini tak lagi sekencang saat pertama kali ditemukan.

Pantauan di lapangan, tampak garis polisi pengitari lokasi semburan air panas tadi. Masyarakat silih berganti memadati lokasi untuk menyaksikan penemuan diduga fenomena alam itu.

Baca Juga :  Jelang Pemilukada, PNS di Pemkab Tapsel Sering “Ditekan”

Bahkan, sejumlah warga menyakini semburan air panas itu dapat mengobati penyakit gatal-gatal. Alhasil, tak sedikit warga yang antri untuk mengambil semburan air yang belum dapat dipastikan asal muasalnya. Dengan menggunakan botol air mineral, beberapa warga bergantian mengambil air itu.

Sampel

Kepala Bappedalda (Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah) Pemkab Tapanuli Tengah, Drs Johannes Manullang mengatakan, pihaknya tidak bisa memastikan sumber air panas tersebut, kendati memiliki mata air yang tampak menyembur di lokasi penemuan, bahkan kandungan air dan dampaknya. “Kita sudah mengambil sampel air dan tanahnya, selanjutnya mengirim sampel untuk pengujian laboratorium ke Medan,” kata Johannnes.

Ia mengimbau warga tidak lagi mengambil air yang belum bisa dipastikan sumber dan kandungannya itu. “Kalau sekadar melihat untuk ingin tahu silahkan saja, tapi kalau sampai mengambil hingga menggunakan sebaiknya jangan, karena kita belum mengetahui kepastiannya sebelum mendapatkan hasil pengujian di laboratorium,” pungkasnya. (yan)

Sumber: www.analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*