Warga tuntut PT Barapala ‘angkat kaki’

SIBUHUAN – Ribuan warga Kecamatan Huristak melakukan aksi unjuk rasa damai di depan kantor DPRD Kabupaten Padanglawas, kemarin menuntut agar PT Barapala angkat kaki dari tanah adat mereka di Ulu Ela, Kecamatan Huristak.

Koordintor aksi menyampaikan dalam pernyataaan sikapnya menuntut meminta Bupati Palas segera turun ke lapangan  dengan bertindak adil dan bijaksana  terhadap masyarakat Huristak yang telah dizalimi PT Barapala. Pemkab juga diminta membentuk tim investigasi agar tidak terjadi konflik social antara masyarakat Hursitak dengan PT Barapala.

Menurut pengunjukrasa, sejak lama masyarakat Luat Huristak telah berusaha berkebun pada areal tersebut, sudah ditanami tanaman karet dan tanaman lain. “Dan masyarakat Huristak tidak pernah memberikan tanah kami kepada PT Barapala maupun kerjasama, untuk itu kami harap kepada Pemda agar mendengar jeritan rakyat Huristak. Padahal kami sudah mengelolanya dengan bercocok tanam sejak dan turun temurun,” kata seorang pengunjukrasa.

Selanjutnya warga juga menyampaikan agar Pengdam I BB menarik oknum anggota TNI yang diduga memback-up perusahaan PT Barapala, karena masyarakat Hursitak juga butuh perlindungan dan kedamaian dalam berusaha.

Selain meminta jaminan dari Kapolres Tapsel atas terjadinya teror dan intimidasi terhadap masyarakat Luat Huristak,  dan Pemda diharap mengusut siapa pejabat yang membacking perusahaan PT Barapala untuk ditindak tegas.

Anggota DPRD Padanglawas menyambut baik aspirasi masyarakat Huristak, termasuk Wakil Ketua DPRD Palas, Syahwil Nasution, Wakil Ketua II DPRD, Amar Makruf Lubis, Samson Fareddy Hasibuan,  Harris Simbolon,  Yunan Hasibuan, Erwin H Pane, Pinayungan Hasibuan serta anggota lainnya.

Baca Juga :  Pemkab Madina Segera Segel Ruko,Kios Dan Loss Bermasalah di Pasar Panyabungan

Sebagai perwakilan rakyat mereka siap memperjuangkan aspirasi masyarakat Huristak tersebut, hanya saja pihaknya terlebih dahulu mempelajari kronolgis tuntutan mengingat data yang diberikan masyarakat Huristak belum lengkap.

Maka Kamis (28/4) pihak DPRD akan membicarakan persoalan ini dengan dilakukan dialog lanjutan dengan warga di kantor DPRD ini terkait persoalan antara masyarakat dengan PT Barapala. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*