Warga Yang Tidak Diundang Tak Bisa Buat E-KTP

MADINA — Bagi masyarakat yang tidak diundang untuk mengurus Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), berarti belum terdaftar dalam data base. Warga tersebut diwajibkan ke Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disdukcapil Nakertrans) Mandailing Natal (Madina), Sumut, untuk dibuatkan KTP model lama.

Artinya, masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (KTP SIAK), harus mengurusnya ke Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disdukcapil Nakertrans) Madina sebelum mengurus e-KTP. Pasalnya, e-KTP di kecamatan hanya melayani penduduk yang memiliki undangan dan undangan ini hanya bagi warga yang telah terdaftar di data base Disdukcapil Nakertrans.

Hal ini dikatakan Kadisdukcapil Nakertrans, Madina, M Aswan Hasibuan didampingi Kabid Dukcapil Ibrahim Lubis, di aula kantor Camat Bukit Malintang kepada Wakil Bupati (Wabup) Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution, yang memimpin launching atau peluncuran penerapan e-KTP di Madina, seperti diberitakan Metro Asahan (Grup JPNN).

”Bagi yang tak ada undangan tidak bisa mengurus e-KTP, dan harus datang dulu ke Disdukcapil untuk dibuat KTP lama artinya agar bisa dimasukkan ke data base, hal ini demi kebenaran identitas pemilik KTP,” ujarnya.

Penjelasan itu ditegaskan Aswan Hasibuan, melihat jumlah penduduk yang wajib KTP di Madina sesuai data base yang ada sebanyak 189 ribuan, tapi yang tercatat memiliki KTP SIAK masih sekitar 90 ribuan. Sedangkan, jumlah Daftar Pemilih pada pemilukada tahun 2010 lalu sebanyak 265.657 ribu dari jumlah penduduk sebanyak 450 ribuan jiwa.Kadis Kadisdukcapil Nakertrans Madina, M Aswan Hasibuan juga menjelakan, program e-KTP ini di Madina sudah ready dan siap dijalankan di semua 23 kecamatan di Madina.

Baca Juga :  Sejarah dan Sumber Pendapatan GOOGLE

Namun, diakuinya, masih ada 3 kecamatan lagi yang belum maksimal yakni Kecamatan Kotanopan, karena kantor camatnya direlokasi, lalu Kecamatan Batahan dan Muara Batang Gadis yang keduanya sedang dalam proses pemasangan perangkat alat-alat.Tetapi sejauh ini tak ada lagi kendala yang berarti dan e-KTP sudah siap diterapkan.

Dirincikannya, perangkat-perangkat e-KTP ini terdiri dari 1 set server (set HUB, GPS dan stabilizer), juga v-sat berfungsi sebagai jaringan. Ini belum terpasang mengingat teknisi dari pemenang tender yaitu Indosat belum juga memasangnya. Perangkat selanjutnya adalah 2 unit clean, treefort dan camera, lalu signature berfungsi sebagai perekam tanda tangan, Finger print berfungsi sebagai cetak sidik jari dan terakhir Eye scan atau scan mata.

”Semua peralatan itu sudah stand by dan siap untuk dioperasikan di seluruh kecamatan kecuali yang 3 kecamatan tadi, kendalanya tinggal satu yaitu jaringan yang masih off line, karena belum dipasangkan pihak Indosat, tetapi kita tetap sudah bias operasikan untuk data sementara,” tambahnya.

Untuk tenaga operator, Pihak Kadisdukcapil Nakertrans juga telah menyiapkan tenaga terlatih di seluruh kecamatan yang disesuaikan dengan kapasitas atau jumlah penduduk wajib KTP untuk 15 ribuan, maka kecamatan menyediakan 2 orang operator, dan untuk 30 ribuan 4 orang operator. Di samping itu, di setiap kecamatan juga ditempatkan 1 orang pendamping kecamatan (Dantam) selaku membantu tugas operator dalam hal teknis.

Saat lonching, Wabup Madina, Drs Dahlan Hasan Nasution menyampaikan, e-KTP adalah dokumen kependudukan yang memuat sistem keamanan atau pengendalian, baik dari sisi administrasi ataupun teknologi informasi, dengan berbasis pada data base kependudukan nasional.

Baca Juga :  Penemuan Bayi Perempuan di Desa Sihiuk Gegerkan Warga

Dimana, penduduk hanya diperbolehkan memiliki 1 KTP yang tercantum Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK merupakan identitas tunggal setiap penduduk dan berlaku seumur hidup. ”e-KTP ini akan diberlakukan di seluruh nusantara dan untuk memerolehnya, masyarakat wajib langsung mendatangi Kantor Camat dan sangat mudah untuk memerolehnya,” ujar Wabup dihadapan para pimpinan SKPD, para camat, kades, lurah, tokoh masyarakat dan lainnya.

Dahlan mengimbau Kadisdukcapil Nakertrans agar menerapkan program pemerintah ini secara baik dan benar tanpa ada kendala-kendala berarti. ”Saya ingin program ini berjalan dengan baik dan benar tanpa ada kendala berarti,” himbaunya. (wan/mer/sam/jpnn)

jpnn.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*