Warisan Budaya – 15 Tahun Memperjuangkan Gondang Sambilan

Gordang Sambilan diperdengarkan pada sambutan perayaan Merdeka 2005

MEDAN, KOMPAS.com — Pernyataan Pemerintah Malaysia mengenai niat mereka mengakui tortor dan gondang sambilan sebagai warisan bangsa tidak muncul begitu saja. Masyarakat Mandailing di Malaysia telah 15 tahun memperjuangkan gondang sambilan agar diakui Pemerintah Malaysia sebagai tradisi yang hidup di Malaysia.

“Pada tahun 1998, gondang sambilan sudah ditetapkan sebagai gendang paluan selangor di Negara Bagian Selangor, tanpa diributkan di media massa,” kata sejarawan Ichwan Azhari, Selasa (19/6/2012), di Medan, Sumatera Utara.

Oleh karena itu, dia menyatakan kecewa atas pemberitaan di sejumlah media massa yang cenderung menyesatkan dan memprovokasi. Akibatnya, respons masyarakat Indonesia tidak proporsional terhadap rencana Pemerintah Malaysia tersebut. “Menurut saya, ada hal yang menyesatkan dalam pemberitaan tentang gondang sambilan sebagai warisan Malaysia sehingga banyak orang memberi respons yang tidak proporsional,” katanya.

Ichwan terlibat dalam seminar Diaspora Melayu di Malaysia pada 6-8 Juni 2012. Dalam kesempatan tersebut, dia bertemu dan berdiskusi dengan Mohd Sharifudin Yusop, dosen Universitas Putra Malaysia, yang memperjuangkan gondang sambilan sebagai warisan budaya Malaysia.

Sharifudin merupakan keturunan Mandailing yang lahir dan besar di Malaysia. “Dia sendiri orang Mandailing. Dari sini, saya tahu bahwa komunitas Mandailing di Malaysia sudah 15 tahun berjuang agar warisan kemandailingan mereka berupa gondang sambilan diakui Pemerintah Malaysia sebagai tradisi yang hidup di Malaysia oleh warga Malaysia keturunan Mandailing,” tuturnya.

Baca Juga :  Dituduh Menyadap, Murdoch Minta Maaf Melalui 7 Media

Dalam diskusi tersebut, Ichwan menyimpulkan, pengakuan itu hanya demi pelestariannya dalam kalangan para ahli waris. Namun, asal-usul gondang sambilan tetap dari tanah leluhur, Sumatera Utara.

Di samping untuk mendapat bantuan keuangan, tujuan penetapan itu juga sebagai jalan agar generasi ahli waris Mandailing di Malaysia memiliki komitmen untuk tetap melestarikannya. “Sementara di negeri leluhurnya, Indonesia, program ini diabaikan. Tidakkah kita berterima kasih kepada orang-orang Mandailing di Malaysia dan juga kepada Pemerintah Selangor yang menyelamatkan gondang sambilan?” papar Ichwan.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*