Wartawan dan Polisi Dihujani Batu – Bentrok Warga di Mandailing Natal, Polisi dan Wartawan Cedera

www.liputan6.com

Mandailing: Seorang wartawan elektronik dan seorang anggota polisi terluka, akibat terkena lemparan batu, saat terjadi bentrokan antara warga Kecamatan Lingga Bayu dan Kecamatan Natal, Mandailing Natal, Sumatra Utara, sejak Senin (26/4) kemarin. Ahmad Husein Lubis, kontributor RCTI Mandailing Natal, terpaksa dibawa ke Rumah Sakit Umum Panyabungan, akibat pelipisnya terluka terkena lemparan batu, Selasa (27/4)

Sedangkan korban dari pihak kepolisian, saat ini sudah diperbolehkan pulang, setelah sebelumnya sempat mendapat perawatan di Kecamatan Lingga Bayu. Sementara kondisi wartawan elektronik lainnya seperti SCTV, Indosiar dan TVRI, serta salah seorang wartawan media cetak tidak ada yang terluka. Saat insiden terjadi wartawan sedang berusaha mengambil gambar kondisi bentrokan, namun tidak diperbolehkan warga.

Ahmad Husein Lubis, wartawan korban bentrokan mengatakan, aksi pelemparan batu tersebut terjadi saat mobil dalmas Polisi Resor Mandailing Natal, yang membawa sejumlah polisi dan wartawan, berusaha melewati konsentrasi massa Kecamatan Lingga Bayu, yang memblokir jalan raya. Sampai saat ini situasi di lokasi bentrok masih mencekam, akses jalan satu-satunya menuju Kecamatan Natal masih diblokir oleh warga Lingga Bayu.

Bentrokan warga Kecamatan Lingga Bayu dan Kecamatan Natal, dipicu sengketa tanah ulayat yang dikelola oleh PT Perkebunan Sumatera Utara (PSU), kedua kecamatan ini mengklaim bahwa lokasi yang dikelola oleh PT PSU, dalam hal pembangunan plasma sawit adalah milik bersama. Namun, pihak perusahaan hanya memberikan lahan plasma kepada warga Kecamatan Lingga Bayu, yang menimbulkan kecemburuan warga Kecamatan Natal, sehingga terjadi bentrokan.(ARL/AYB)

Bentrok Warga di Mandailing Natal, Polisi dan Wartawan Cedera

Khairul Ikhwan – detikNews

Medan – Seorang anggota kepolisian dan seorang wartawan terluka setelah truk polisi yang mereka tumpangi dilempari warga di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), Senin (26/4/2010) malam. Pelemparan itu dilakukan menyusul bentrokan antarwarga yang terjadi di kawasan itu terkait masalah tanah.

Keterangan yang diperoleh menyebutkan, kasus tersebut bermula dari bentrokan antara warga Kecamatan Linggapayung dengan warga Kecamatan Natal. Bentrokan itu terjadi pada Senin sore yang terjadi di kawasan perbatasan kedua kecamatan yang jaraknya sekitar 600 kilometer lebih dari Medan, ibukota Sumatera Utara.

Pemicu bentrokan merupakan masalah lama tentang hak ulayat atas tanah, terkait kebun plasma yang dikelola PT Perkebunan Sumatra Utara. Kedua belah pihak sama-sama merasa kebun plasma itu berada di atas tanah adat mereka, namun kebun plasma tersebut ternyata hanya diperuntukkan bagi warga Linggabayu sehingga membuat warga Natal kecewa.

Belum diperoleh laporan tentang adanya korban dalam peristiwa bentrokan itu, tapi hingga Senin malam warga kedua kecamatan saling berjaga-jaga dan melengkapi diri dengan segala jenis senjata seperti batu, tombak dan senjata tajam lainnya. Mereka pun melakukan sweeping.

Untuk mengatasi ini, Kepolisian Resort Mandailing Natal segera mengirim pasukan pengendali massa dengan menggunakan truk polisi. Ikut juga dalam rombongan kontributor RCTI Husein Lubis. Nah, ketika sampai di lokasi sekitar pukul 21.00 WIB, warga langsung melempari truk polisi tersebut dengan batu. Untuk tindakan pengamanan, truk tersebut terpaksa berbalik arah.

“Begitu truk lewat, warga langsung melempari dengan batu. Saya juga terkena. Bagian mata dan hidung luka. Sekarang kami sedang menuju rumah sakit,” kata Husein melalui telepon kepada wartawan di Medan.

Husein menyatakan, selain dirinya, ada juga seorang polisi yang mengalami luka serius di bagian kepala karena terkena lemparan batu tersebut. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju rumah sakit di Panyabungan, ibukota Mandailing Natal, sekitar 75 kilometer dari lokasi kejadian.

(rul/ape)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*