Waspada….! Aksi Perampokan Marak di Padangsidimpuan

Aksi perampokan dua minggu terakhir, marak terjadi di Kota Padangsidimpuan (Psp), sehingga warga resah dan meminta pihak kepolisian bertindak. Hal itu disampaikan Ketua DPD KNPI Psp, Faisal Gultom didampingi Sekjen, Umar Halomoan Daulay dan Wakil Ketua I, M Luthfi Siregar SH MM kepada METRO, Minggu (13/6).

Sesuai pengaduan warga kepada pihak KNPI, selama 2 minggu terakhir ini setidaknya sudah ada 10-an rumah yang kebongkaran dan juga sudah ada sekitar 5 warga yang menaiki sepedamotor di jambret di tengah jalan oleh orang tidak dikenal menggunakan sepeda motor.

Untuk itu, mereka menghimbau kepada seluruh warga masyarakat untuk tidak bepergian dengan menggunakan sepedamotor sendirian di jalanan yang sepi, atau di malam hari utamanya kaum wanita. Karena, kebanyakan korban adalah kaum wanita, membawa uang banyak, perhiasan berharga dan selalu waspada di jalanan.

Mereka juga mengimbau, masyarakat untuk tidak menerima tamu sembarangan yang tidak dikenal, dengan menggunakan modus untuk menawarkan barang ataupun dari instansi tertentu.

“Kita berharap, kepada warga Psp untuk ekstra waspada dan hati-hati,” saran mereka.

Selain itu, mereka juga meminta aparat Polresta Psp untuk melakukan tindakan preventif, agar kejadian serupa tidak terulang. Karena akibat aksi itu, warga resah dan tidak nyaman.

“Memang masyarakat tidak melaporkan kejadian perampokan, jambret ataupun lainnya karena tidak ada bukti yang mau dilaporkan. Hanya saja, kita berharap ketegasan dari Polresta Psp, untuk memberikan rasa nyaman kepada warga,” tukas mereka.

Sesuai laporan warga, beberapa kejadian dua minggu terakhir di antaranya, penjambretan di Jalan Sutan Sori Pada Mulia atas nama Septi warga Tano Bato, pembongkaran rumah di rumah Kasek MAN Batang Angkola di Jalan Zubeir Ahmad, Sadabuan, kebongkaran rumah di Jalan M Nawawi Harahap, Kelurahan Bonan Dolok, di komplek Sidimpuan Baru, di Jalan PUD Psp.

Baca Juga :  Raih 48,8%, SARASI unggul Sementara di Tapsel

Sementara itu, warga Tano Bato, Kelurahan Tobat, Kecamatan Psp Utara, Bukhori Siregar, Saud Simanuntak, Anto Hasibuan dan lainnya yang langsung melihat ada rombongan mobil mencurigakan mengatakan, bahwa mereka melihat 5 hari lalu ada sebuah mobil jenis Xenia warna silver dengan nomor polisi BM 1019 FK hilir mudik di daerah mereka dan kesannya mencurigakan bahkan masuk ke rumah orang tanpa permisi.

Seperti halnya, Minggu (13/6) karena gerak-geriknya mencurigakan salah satu dari 7 orang penumpang mobil yang hendak masuk ke rumah Bukhori Siregar mereka tanyai identitasnya namun hanya sebuah KTP yang bisa ditunjukkan pria itu. Pria itu berasal dari Lampung, warga yang curiga menahan pria itu, namun tidak lama berselang mobil xenia datang menjemput pria itu. Dengan wajah pucat langsung tancap gas, warga yang terkejut hendak mengejar namun rombongan tidak terkejar lagi.

“Mereka berpencar tadi di sini, ada yang mau masuk ke rumah warga tapi masih mau mendekati pagar kita tanya, mau apa, tapi yang bersangkutan langsung lari, bahkan yang di depan rumah Bukhori Siregar itu kita sudah siapkan senjata, kalau-kalau ada apa-apa bisa kita hadapi, tapi mereka keburu kabur ketakutan dan kami melihat kejadian di Sadabuan, Bonan Dolok Tobat dan lainnya ini masih merupakan satu rangkaian dan satu gerombolan. Kalau merasa tidak salah kenapa takut menunjukkan identitas dan malah kabur,” ujar warga yang terus bersiaga dan meningkatkan kewaspadaan setiap malam di lingkungan mereka sembari menambahkan akibat kejadian itu warga menjadi resah dan akibatnya setiap pendatang yang tidak kenal dicurigai dan selalu di tanyai identitasnya.

Baca Juga :  Lanjutan Sidang Kasus Dugaan Korupsi TPAPD Tapsel 2005

Kapolresta Psp, AKBP Roni Bahtiar Arief yang di konfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Iskandar HR kepada METRO, Minggu (13/6) melalui telepon seluler belum tahu akan kejadian itu karena tidak adanya warga Psp yang melaporkan kejadian penjambretan dan perampoka.

“Kenapa tidak dilaporkan, saya belum tahu, sekarang saya sedang di Padang,” ujarnya.

Dikatakannya, dirinya bersama jajarannya akan segera menindaklanjuti dan akan dijadikan bahan untuk meningkatkan kewaspadaan, dan juga untuk membuat langkah antisipaitf terhadap maraknya kasus penjambretan dan pembongkaran rumah di Psp.

“Ini masukan bagi kita, akan kita tindak lanjuti, mungkin hari ini, Senin (14/6) sepulang saya dari Padang akan kita buat langkah-langkah apa yang akan kita lakukan,” tutupnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Aksi_Perampokan_Marak_di_Psp

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*